Daftar Isi
Cara menghitung diskon penting diketahui agar pembeli bisa mengetahui harga setelah diskon dan besaran biaya yang akan dibayar. Dengan memahami rumus persentase, seseorang dapat mengetahui besarnya potongan harga serta menghitung harga akhir barang.
Rumus Dasar Perhitungan Diskon
Diskon merupakan potongan harga yang diberikan berdasarkan persentase tertentu dari harga awal barang. Untuk menghitungnya, pembeli perlu mengetahui harga asli dan besaran diskon yang ditawarkan. Rumus menghitung nominal diskon adalah persentase diskon dikalikan harga asli. Sementara itu, harga setelah diskon diperoleh dengan mengurangi harga asli menggunakan nominal potongan tersebut. Secara sederhana, rumusnya adalah nominal diskon sama dengan persentase diskon dikalikan harga asli, sedangkan harga setelah diskon adalah harga asli dikurangi nominal diskon. Ada pula cara menghitung harga akhir secara langsung, yakni mengalikan harga asli dengan persentase yang tersisa setelah dikurangi diskon. Jika barang mendapat diskon 25 persen, pembeli cukup membayar 75 persen dari harga awal.
Cara Menghitung Diskon Tunggal
Misalnya, sebuah baju dijual dengan harga Rp200.000 dan mendapat diskon sebesar 25 persen. Untuk mengetahui potongan dan harga akhirnya, pembeli dapat menghitung nominal diskon terlebih dahulu. Diskon yang diperoleh adalah 25 persen dikalikan Rp200.000, sehingga hasilnya Rp50.000. Setelah nominal potongan diketahui, harga awal dikurangi Rp50.000. Dengan demikian, harga baju setelah diskon menjadi Rp150.000. Artinya, pembeli menghemat Rp50.000 dibandingkan harga normal. Perhitungan tersebut juga bisa dilakukan tanpa menghitung nominal potongan secara terpisah. Karena diskonnya 25 persen, persentase harga yang harus dibayar adalah 75 persen. Hasil perkalian 75 persen dengan Rp200.000 tetap menghasilkan Rp150.000. Cara langsung ini dapat digunakan ketika pembeli ingin mengetahui harga akhir dengan cepat, terutama saat membandingkan beberapa barang yang memiliki persentase diskon berbeda.
Cara Menghitung Diskon Ganda atau Bertingkat
Diskon ganda sering ditemukan dalam promosi belanja, misalnya diskon 50 persen ditambah 20 persen. Namun, kedua persentase tersebut tidak bisa langsung dijumlahkan menjadi diskon 70 persen. Sebab potongan kedua dihitung dari harga yang sudah dikurangi diskon pertama. Sebagai contoh, sebuah barang memiliki harga awal Rp400.000 dengan penawaran diskon 50 persen ditambah 20 persen. Potongan pertama sebesar 50 persen dari Rp400.000 menghasilkan Rp200.000. Setelah potongan pertama diterapkan, harga barang menjadi Rp200.000. Berikutnya, diskon kedua sebesar 20 persen dihitung dari harga tersisa, yaitu Rp200.000. Nilai potongannya mencapai Rp40.000 sehingga harga akhir barang menjadi Rp160.000. Jika kedua diskon tersebut dianggap sebagai potongan langsung sebesar 70 persen, harga akhir yang diperoleh akan berbeda. Perhitungan bertingkat menghasilkan total penghematan Rp240.000 atau setara 60 persen dari harga awal, bukan 70 persen.
Demikian cara mudah dan cepat menghitung diskon serta harga setelah diskon.






