Daftar Isi
Kabar kemenangan Anne Carson dan Navanethem Pillay sebagai penerima Penghargaan Nobel 2026 disambut dengan respons yang jauh dari kesan kaku. Carson merespons kabar Nobel Sastra dengan menyebut tim pemberi penghargaan gila, sementara Pillay mengira kabar Nobel Perdamaian adalah lelucon.
Respons Unik Peraih Nobel Sastra dan Perdamaian
Pagi hari ketika diumumkan meraih Nobel Sastra 2026, telepon di rumah Anne Carson di Reykjavík, Islandia, terus berdering. Dalam wawancara telepon dengan tim Nobel, seperti dilaporkan detikcom, ia mengaku tak menyangka akan meraih penghargaan tersebut dan sempat mengabaikannya karena sedang menikmati teh, membaca, serta menyapu lantai dapur. Suaminya, Robert Currie, akhirnya meminta Carson menelepon balik tim Nobel setelah urusan dapurnya selesai. Foto Carson yang masih memegang sapu usai mengetahui kemenangannya diabadikan oleh sang suami.
Sehari berselang, Navanethem “Navi” Pillay diumumkan sebagai penerima Nobel Perdamaian 2026. Ia sempat mengira kabar tersebut merupakan lelucon April Mop. Saat disambut tepuk tangan dalam sebuah pertemuan di Nürnberg, Jerman, ia berkelakar dengan menyebut bahwa dirinya mungkin akan membagi hadiah tersebut dengan Donald Trump jika hadirin terus bertepuk tangan. Candaan itu menyentil Presiden AS Donald Trump yang kerap menyatakan ingin meraih Nobel Perdamaian, di mana Trump kemudian memprotes keputusan komite, mengaku tidak mengenal Pillay, dan menyebut keputusan itu memalukan.
Rekam Jejak dan Karya Anne Carson
Carson merupakan seorang penyair, penerjemah, dan ahli sastra klasik asal Kanada yang pernah mengajar sebagai profesor di Universitas Michigan, Amerika Serikat. Komite Nobel mengakui keberaniannya mengolah tradisi klasik menjadi bentuk-bentuk baru dalam sastra kontemporer tanpa membatasi puisi, esai, dan terjemahan. Salah satu karyanya yang menonjol adalah Nox (2010), sebuah buku yang dirangkai setelah kematian kakaknya, Michael. Buku tersebut memuat foto, surat, potongan kenangan, serta terjemahan puisi Catullus dalam bentuk lembaran panjang yang dilipat layaknya akordeon di dalam sebuah kotak.
Selepas kemenangan tersebut, Carson menyatakan tidak ingin menjawab telepon dan memilih merayakannya dengan berjalan ke hutan bersama suaminya demi mendengarkan kesunyian.
Perjuangan Panjang Navi Pillay di Ranah Hukum
Pillay sendiri memiliki latar belakang panjang dalam dunia hukum yang dimulai sejak era apartheid di Afrika Selatan dengan membela aktivis serta memperjuangkan hak tahanan politik. Ia kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai hakim di pengadilan internasional dan menjabat Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia. Salah satu kontribusi pentingnya adalah keterlibatan dalam menyusun putusan perkara Jean-Paul Akayesu pada 1998 yang mengakui perkosaan dan kekerasan seksual sebagai tindakan genosida demi meminta pertanggungjawaban pelaku.
Kisah Carson dan Pillay menunjukkan ketekunan jangka panjang dalam berkarya dan memperjuangkan keadilan, diiringi kebebasan untuk tetap menjadi diri sendiri tanpa harus tampil kaku.
Sumber: News - Detikcom






