PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli memperluas akses energi bersih bagi masyarakat pedesaan dan wilayah terdampak bencana lewat Program Energi Surya untuk Pedesaan dan Pemulihan Pascabencana. Inisiatif ini mendukung agenda pembangunan nasional Asta Cita dalam pemenuhan energi berkelanjutan, penguatan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan ketahanan bencana dan iklim.
Manfaat PLTS di Desa Bojong
Salah satu wilayah penerima manfaat adalah Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 17,4 kWp dan kapasitas penyimpanan energi 43,2 kWh. Fasilitas tersebut mendukung operasional balai desa serta kegiatan peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Pemanfaatan PLTS ini diproyeksikan mampu mencegah gangguan pelayanan di balai desa hingga 75 jam per tahun dan meningkatkan produksi telur BUMDes lebih dari 10 persen. Kepala Desa Bojong Apad Sutisna mengatakan kehadiran PLTS membawa perubahan nyata bagi desa yang menjadi lebih terang serta membantu meningkatkan produktivitas usaha warga.
“Kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, lebih aman, dan produktif. Kehadiran PLTS juga memberikan harapan baru bagi kemajuan desa kami,” ungkap Apad, seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Bantuan Energi Portabel Pascabencana dan Dampak Lingkungan
BRI Peduli turut menyalurkan 1.416 unit perangkat tenaga surya portabel ke wilayah terdampak banjir bandang dan longsor, yang mencakup 522 unit di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan 894 unit di Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Bantuan tersebut digunakan sebagai sumber penerangan dan pengisian daya perangkat komunikasi saat pasokan listrik belum pulih, serta disalurkan pula 40 unit perangkat serupa kepada desa binaan program Desa BRILiaN.
Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 1.456 kepala keluarga sebagai penerima manfaat langsung dan 8.376 jiwa sebagai penerima manfaat tidak langsung untuk mendukung penerangan, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan energi surya dengan total kapasitas terpasang sekitar 600 kWp ini berpotensi menghasilkan 585 megawatt-jam listrik bersih setiap tahun serta mengurangi emisi hingga 491,2 ton setara karbon dioksida per tahun.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan bahwa perluasan akses energi bersih ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif, mendorong pembangunan desa, dan menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat saat terjadi gangguan pasokan listrik maupun bencana alam.





