Kementerian Kelautan dan Perikanan menggenjot penguatan industri kelautan dan perikanan nasional lewat pembangunan empat pelabuhan perikanan modern bertaraf internasional. Modernisasi fasilitas pelabuhan tersebut ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2028 guna mendongkrak kelas industri penangkapan, pengolahan, hingga awak kapal.
Pembangunan Pelabuhan dan Program Mini RAS
Upaya tersebut diharapkan mampu mendongkrak sumbangsih sektor kelautan dan perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mengangkat kesejahteraan Awak Kapal Perikanan, serta menyokong pemenuhan gizi protein masyarakat. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan rencana pengembangan budi daya ikan berbasis sistem mini recirculating aquaculture system untuk merealisasikan visi Presiden Prabowo Subianto dalam pemenuhan gizi protein ikan budi daya.
Gagasan Mini RAS ini dirumuskan usai melakukan studi banding ke Jepang, Tiongkok, serta Eropa terkait penerapan teknologi tersebut yang berkelanjutan. Program ini akan disebar ke 40.000 desa hingga tahun 2029 dengan target produksi mencapai 30 ton ikan seperti nila, lele, sampai kerapu pada setiap titik desa sehingga totalnya sanggup memproduksi 1,2 juta ton ikan setiap tahun.
Dampak Ekonomi dan Pengembangan SDM
Inisiatif ini diproyeksikan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi 80.000 orang serta menumbuhkan industri bibit ikan hingga 15 miliar ekor beserta industri pakan ikan. Berdasarkan dialog dalam Squawk Box di CNBC Indonesia pada Kamis (22/10/2026), langkah transformasi ini juga mencakup penggabungan 11 politeknik vokasi binaan KKP menjadi Ocean Institute of Indonesia atau Institut Kelautan Indonesia demi memperkuat ketersediaan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan.





