Food

Bayam Goreng Ayam Gepuk Picu Perdebatan Warga Malaysia

Bayam Goreng Ayam Gepuk Picu Perdebatan Warga Malaysia

Bayam goreng yang disajikan sebagai pelengkap menu ayam gepuk kini menuai perdebatan di kalangan warganet Malaysia. Seorang pengguna media sosial memperingatkan potensi risiko kesehatan dari sayuran yang diolah dengan rendaman minyak berlebih tersebut.

Perdebatan Bayam Goreng di Malaysia

Fenomena lalapan sayur yang digoreng, seperti kol dan jukut, merupakan hal yang lumrah di Indonesia dan kini tren tersebut turut merambah ke negara tetangga. Kehadiran bayam goreng bertekstur garing sebagai pendamping ayam gepuk khas Indonesia di Malaysia mendadak menjadi sorotan usai memicu perdebatan publik.

Seorang pemilik akun Threads asal Malaysia bernama @imruh20 pada Jumat (30/10/2026) menuliskan imbauan agar masyarakat tidak terlalu sering menyantap bayam yang digoreng memakai banyak minyak. Dalam unggahan yang menyertakan foto bayam goreng di atas kertas pembungkus cokelat itu, ia menyoroti maraknya penjualan menu tersebut di kedai-kedai ayam gepuk.

Menurut pemaparannya, menyantap bayam goreng berisiko menaikkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, yang besar kecilnya pengaruh tersebut dipengaruhi oleh jenis serta kuantitas minyak penggorengannya. Ia juga sempat mengaitkannya dengan fenomena serangan penyakit jantung pada kelompok usia 30 tahun ke atas, meski unggahan itu tidak menyertakan bukti ilmiah langsung antara bayam goreng dan kemunculan penyakit tersebut.

Tanggapan Warganet dan Pandangan Medis

Unggahan itu seketika memancing berbagai reaksi dari para pengguna internet. Sejumlah netizen sependapat bahwa asupan makanan yang dimasak dengan rendaman minyak memang patut dibatasi.

“Semua makanan yang digoreng dengan banyak minyak harus dikurangi, bukan hanya bayam,” ujar salah seorang netizen, sementara yang lainnya melontarkan candaan agar pisang goreng turut dibahas.

Sebagian warganet lain mengaku memang menghindari sayuran goreng yang kerap dijajakan bersama hidangan ayam gepuk. Ada pula yang menyarankan agar publik membiasakan gaya hidup sehat secara menyeluruh.

“Semua makanan yang digoreng dengan banyak minyak tidak baik jika dikonsumsi berlebihan. Jadi, biasakan menerapkan gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga atau jalan cepat setiap hari. Perhatikan juga asupan kalori harian,” saran netizen lainnya.

Menanggapi isu lemak dan kesehatan, American Heart Association menerangkan bahwa asupan lemak jenuh yang terlalu tinggi berpotensi mendongkrak kadar kolesterol LDL. Kandungan lemak jenuh sendiri dapat ditemukan pada sejumlah minyak, di antaranya minyak kelapa dan minyak kelapa sawit, sehingga segala jenis hidangan yang digoreng, termasuk sayuran, dianjurkan untuk tidak disantap secara berlebihan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *