Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Putih Sari, mendorong adanya pemerataan layanan kesehatan hingga ke pelosok negeri. Ia menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang wajib dipenuhi tanpa terkecuali.
Prioritas Pemerataan dan Tantangan Kesehatan
Putih Sari menyatakan bahwa penyediaan fasilitas medis seperti rumah sakit dan puskesmas saja belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memprioritaskan pelayanan kesehatan yang berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.
Meski demikian, Putih Sari mengingatkan bahwa Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan besar di sektor kesehatan. Permasalahan tersebut mencakup tingginya beban penyakit menular dan tidak menular, isu gizi serta stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga ketimpangan akses serta minimnya tenaga medis di daerah.
Berbagai persoalan tersebut, menurut Putih Sari, menuntut adanya penanganan yang komprehensif melalui langkah pencegahan, edukasi kesehatan, serta deteksi dini risiko penyakit. Oleh karena itu, pemerataan akses fasilitas kesehatan dan tenaga medis harus menjadi fokus utama dalam pembangunan nasional.
Keadilan Akses Kesehatan untuk Seluruh Warga
Putih Sari menekankan bahwa pembangunan sektor kesehatan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata. Komisi IX DPR berkomitmen mengawal agar setiap warga mendapatkan hak yang sama dalam bidang kesehatan.
“Jadi pembangunan kesehatan ini harus bisa memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia di mana pun mereka tinggal, apa pun kondisi sosialnya, ekonominya, itu harus memiliki kesempatan yang adil untuk bisa hidup sehat,” ujar Putih Sari dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Sumber: News - Detikcom






