Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan target agar masyarakat bisa menikmati layanan internet rumah *fixed broadband* berkecepatan 100 Mbps dengan harga terjangkau di bawah Rp200 ribu.
Target Biaya dan Manfaat Ekonomi
Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyatakan bahwa pemerintah mengincar layanan internet 100 Mbps yang dapat diakses publik dengan kisaran biaya sekitar Rp140 ribu. Skema tersebut diyakini mampu menghadirkan dampak ekonomi yang lebih tinggi lantaran satu sambungan internet dapat dimanfaatkan secara bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga untuk beragam keperluan.
Menurut Nezar di Jakarta, Selasa (27/10), seperti dikutip dari siaran pers, langkah tersebut menjadi strategi penting pemerintah untuk mendongkrak mutu konektivitas sekaligus menurunkan beban biaya layanan internet bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa pembangunan jaringan fiber optik harus diperluas supaya koneksi internet berkecepatan tinggi tidak sekadar terkonsentrasi di area perkotaan atau kawasan bisnis saja, melainkan mampu masuk ke tingkat rumah tangga.
Penguatan Infrastruktur dan Adopsi 5G
Perluasan akses *fixed broadband* ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam memperkokoh fondasi infrastruktur digital di tingkat nasional. Ketersediaan internet cepat dengan tarif terjangkau dipandang krusial untuk menunjang pemanfaatan teknologi digital yang semakin masif, mulai dari urusan belajar, bekerja, merintis usaha, hingga mengakses aneka layanan publik.
Selain memperbanyak jaringan fiber optik, pemerintah turut mematok target untuk mendongkrak adopsi teknologi seluler 5G dalam rentang waktu tiga hingga lima tahun mendatang. Nezar menyampaikan bahwa adopsi 5G yang saat ini masih berada di kisaran bawah 10 persen ditargetkan bisa mendekati angka 30 hingga 40 persen ke depan.






