Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria turun langsung bersama tim modifikasi cuaca dari BMKG dan TNI AU di Sumatera Selatan. Selama 1,5 jam di udara, ia menyaksikan langsung upaya penyemaian awan untuk memicu hujan guna membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menyaksikan Langsung Penyemaian Awan
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (2/11) sore. Arif mengatakan upaya memadamkan karhutla melalui modifikasi cuaca bukan pekerjaan mudah karena tim harus berupaya memicu turunnya hujan agar dapat membantu mengatasi kebakaran.
“Selama 1,5 jam saya berada bersama mereka di udara, merasakan suka-duka mereka memadamkan kebakaran hutan lewat teknik penyemaian awan agar hujan turun,” kata Arif dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).
Apresiasi Pejuang di Balik Layar
Arif mengapresiasi kerja tim modifikasi cuaca yang menurutnya memiliki tugas berat sekaligus mulia. Melalui modifikasi cuaca tersebut, Sumatera mulai diguyur hujan dan membuat jarak pandang membaik.
“Tugas mereka memang berat sekaligus mulia. Merekalah para pejuang di balik layar. Kini Sumatera Selatan sudah mulai diguyur hujan, jarak pandang membaik, dan udara terasa lebih sehat,” ujarnya.
Arif pun mengungkap upaya BRIN yang tengah melakukan riset pemadaman karhutla. Ia berharap riset itu dapat menjadi alternatif solusi untuk menangani karhutla pada masa mendatang.
“Semoga Riset Modifikasi Cuaca (RMC) dan Riset Pemadaman Api (RPA) dari BRIN menjadi alternatif solusi Karhutla ke depan,” ujarnya.
Sumber: News - Detikcom







