Seorang pengurus partai oposisi di Provinsi KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, tewas dibunuh menjelang pemilihan umum lokal yang dijadwalkan pada hari Rabu.
Penyelidikan Polisi dan Eskalasi Kekerasan
Pejabat senior kepolisian Robert Netshiunda menyatakan pada hari Selasa bahwa penyelidikan pembunuhan telah dimulai setelah korban bernama Lastborn Shazi ditembak mati di kediamannya pada Senin malam. Korban, yang diidentifikasi oleh uMkhonto weSizwe Party (MKP), sedang melakukan panggilan video melalui Zoom untuk mengoordinasikan kampanye pemilu partai saat penembakan terjadi, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Pihak kepolisian masih mendalami motif di balik penembakan tersebut. Kepolisian Afrika Selatan mencatat bahwa sebanyak 20 kasus pembunuhan yang melibatkan perwakilan politik, anggota partai, serta pendukung telah terjadi selama periode pemilihan municipal.
Sebagai langkah pengamanan, Presiden Cyril Ramaphosa mengerahkan lebih dari 500 prajurit militer ke KwaZulu-Natal untuk membantu kepolisian pekan lalu. Aparat keamanan telah memetakan lebih dari 165 tempat pemungutan suara di provinsi tersebut sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Peta Politik Menjelang Pemilu
Dalam pemungutan suara hari Rabu, para pemilih akan memilih anggota dewan yang nantinya bertugas menentukan wali kota untuk mengelola pelayanan publik seperti penyediaan air, sanitasi, serta pengolahan sampah. Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru, MKP diprediksi menjadi partai terbesar di wilayah metropolitan eThekwini yang merupakan pusat ekonomi KwaZulu-Natal, sekaligus menggantikan posisi Partai African National Congress (ANC) yang saat ini berkuasa.
Partai MKP dipimpin oleh mantan Presiden Jacob Zuma menyusul perpecahan dengan ANC pada tahun 2023. Kehadiran dan peningkatan suara partai tersebut turut menggerus perolehan dukungan ANC dalam pemilu nasional tahun 2024.
Pada pemilu nasional 2024, ANC kehilangan mayoritas di parlemen dan harus membentuk pemerintahan koalisi bersama Democratic Alliance (DA) serta sejumlah partai berukuran lebih kecil. Sementara itu, dalam pemilu municipal sebelumnya pada tahun 2021, ANC juga telah kehilangan kendali atas sejumlah kota besar dan memimpin kota-kota lainnya melalui sistem koalisi.





