Perusahaan hiburan raksasa, Disney, dikabarkan tengah merencanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan yang menargetkan pengurangan biaya operasional secara signifikan.
Instruksi Pemangkasan Biaya
Menurut sejumlah sumber yang mengetahui masalah ini kepada CNBC, beberapa manajer di Disney telah diminta untuk menekan biaya operasional hingga 20 persen. Para narasumber tersebut memilih untuk tidak disebutkan namanya karena tidak memiliki wewenang untuk memberikan keterangan kepada publik.
Gelombang PHK ini menjadi rangkaian terbaru dari upaya restrukturisasi yang dilakukan di bawah kepemimpinan CEO Josh D’Amaro tahun ini. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan pengurangan staf pada bulan April yang menyasar sekitar 1.000 karyawan, terutama di departemen pemasaran. Selain itu, pada bulan September, Disney juga memangkas sekitar 300 posisi yang mayoritas berada di divisi teknologi dan sumber daya manusia.
Strategi Efisiensi Perusahaan
Para eksekutif Disney sebelumnya telah memberikan sinyal mengenai potensi pengurangan tenaga kerja lebih lanjut dalam laporan pendapatan bulan Agustus. Dalam surat kepada pemegang saham tertanggal 5 Agustus, CEO Josh D’Amaro dan CFO Hugh Johnston menyatakan bahwa perusahaan sangat fokus pada pengurangan biaya di seluruh lini bisnis.
“Kami tetap sangat fokus pada pengurangan biaya di seluruh perusahaan untuk menciptakan kapasitas tambahan guna berinvestasi demi pertumbuhan dan sedang mengevaluasi berbagai langkah,” tulis D’Amaro dan Johnston dalam surat tersebut. Mereka menambahkan bahwa proses ini masih berlangsung dan pembaruan mengenai progresnya akan disampaikan di masa mendatang.
Selain PHK, Disney juga telah memperkenalkan program pensiun dini bagi karyawan tertentu pada bulan Agustus. Chief People Officer Disney, Sonia Coleman, dalam surat kepada karyawan tertanggal 24 Agustus, menjelaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya membentuk kembali organisasi. Ia menyebutkan bahwa pengurangan staf secara tidak sukarela telah dimulai di beberapa area dan akan berlanjut hingga tahun depan.
Berdasarkan laporan keuangan tahunan perusahaan, Disney memiliki sekitar 231.000 karyawan pada penutupan tahun fiskal 2025 yang berakhir pada bulan September. Langkah efisiensi serupa juga dilakukan oleh perusahaan hiburan lain, seperti Netflix yang berencana memangkas sekitar 6 persen tenaga kerjanya, serta Skydance yang menargetkan sinergi biaya sebesar 6 miliar dolar AS dalam tiga tahun ke depan.
Disney dijadwalkan akan melaporkan pendapatan kuartal keempat tahun fiskal mereka pada 17 November mendatang.
Sumber: US Top News and Analysis







