Switzerland Tourism mengajak wisatawan Indonesia untuk menikmati liburan musim dingin di Swiss melalui pendekatan lima indra. Pengalaman ini dirancang untuk memperkenalkan pesona Swiss yang tidak hanya terbatas pada aktivitas ski dan salju semata.
Pengalaman Musim Dingin Berbasis Lima Indra
Duta Besar-designate Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Konstantin Obolensky, menjelaskan bahwa musim dingin di Swiss menyuguhkan beragam daya tarik lain yang kaya budaya dan tradisi. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Switzerland Tourism Annual Media Briefing pada Selasa (3/11).
Obolensky mengatakan bahwa musim dingin di Swiss bukan sekadar salju dan aktivitas bermain ski, melainkan juga keindahan kota, tradisi setempat, serta kuliner khas di tiap wilayah. Melalui kampanye bertajuk Beyond the Snow: A Swiss Winter for the Senses, wisatawan diajak merasakan liburan melalui indra penglihatan, pendengaran, sentuhan, pengecapan, dan penciuman.
Berbagai destinasi dan aktivitas disiapkan untuk mendukung pengalaman tersebut, seperti melihat pemandangan Matterhorn di Zermatt dan hamparan salju di Jungfrau Region. Wisatawan juga dapat bersantap di restoran berputar Piz Gloria yang pernah menjadi lokasi syuting film James Bond.
Perjalanan menyusuri lanskap Pegunungan Alpen dapat dinikmati menggunakan kereta panoramik Bernina Express dan Glacier Express. Di samping itu, wisatawan bisa mencicipi hidangan fondue, mengunjungi desa-desa Alpen yang menarik, bersantai di pemandian air panas alami, serta merasakan suasana meriah di Zurich dan Jenewa.
Kemudahan Akses dan Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik
Untuk mendukung mobilitas pelancong, Swiss menyediakan fasilitas transportasi publik yang terintegrasi melalui Swiss Travel Pass. Dengan tiket terusan ini, wisatawan bisa bepergian menggunakan kereta, bus, serta kapal secara mudah ke berbagai penjuru wilayah Swiss.
Promosi pariwisata ini juga bertepatan dengan momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Swiss dan Indonesia yang jatuh pada tahun 2026. Obolensky menyampaikan bahwa sektor pariwisata berperan penting sebagai sarana yang personal dalam mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.







