Daftar Isi
Pasar saham global mengalami kenaikan seiring investor yang terus bertaruh pada prospek cerah dari perusahaan raksasa teknologi yang menggerakkan gelombang kecerdasan buatan atau AI. Di Amerika Serikat, seluruh tiga indeks utama saham ditutup menguat pada perdagangan Selasa.
Kenaikan di Pasar Saham Amerika Serikat
Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham-saham teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 1,18 persen. Sementara itu, indeks acuan S&P 500 naik 0,6 persen dan Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan tipis sebesar 0,03 persen.
Sebanyak lima dari kelompok tujuh saham teknologi besar atau Magnificent Seven mencatatkan kenaikan, dipimpin oleh Tesla yang melonjak 4,04 persen. Amazon menguat 1,61 persen, Apple naik 0,93 persen, dan Alphabet bertambah 0,9 persen. Di sisi lain, Meta mengalami penurunan 1,64 persen serta Microsoft melemah 0,24 persen.
Nvidia yang tercatat sebagai perusahaan publik paling bernilai di dunia naik hampir 1 persen setelah mengumumkan investasi senilai 3 miliar dolar Amerika Serikat pada penawaran saham Meta. Perusahaan teknologi besar lainnya seperti Advanced Micro Devices, Broadcom, dan Intel turut mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 5,45 persen, 4 persen, dan 3,61 persen.
Pasar Asia Pasifik Ikut Menguat
Tren positif tersebut berlanjut ke kawasan Asia Pasifik pada Rabu, dengan pasar saham di Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Australia bergerak naik. Indeks KOSPI di Seoul mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,84 persen pada pukul 03.00 GMT.
Lonjakan di Korea Selatan terjadi setelah SK Hynix, salah satu dari tiga produsen chip memori terbesar di dunia, mengumumkan kinerja kuartal ketiga yang fantastis pada Rabu. Laba operasional perusahaan tersebut meroket sekitar 630 persen secara tahun ke tahun menjadi 83,33 triliun won atau setara dengan 62,8 miliar dolar Amerika Serikat, yang membuat harga sahamnya melesat lebih dari 8 persen.
Di Tokyo, indeks acuan Nikkei 225 naik 1,26 persen dan TAIEX di Taipei menguat 1,32 persen. Adapun indeks S&P/ASX 200 di Sydney mencatatkan kenaikan tipis 0,11 persen.
Antisipasi Laporan Keuangan dan Proyeksi
Para investor saat ini menantikan laporan keuangan terbaru dari para pemain teknologi utama untuk menilai apakah investasi besar mereka pada kecerdasan buatan akan mendatangkan keuntungan. Microsoft dan Alphabet dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Rabu, disusul oleh Amazon pada Kamis dan Apple pada Senin.
Sebelumnya pada Senin, raksasa AI Anthropic telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana atau IPO yang banyak dinantikan, dengan mencatatkan kerugian bersih sebesar 80,7 miliar dolar Amerika Serikat pada paruh pertama tahun 2026 dari pendapatan sebesar 16,3 miliar dolar Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan teknologi telah menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk infrastruktur AI, yang memicu perdebatan mengenai potensi terbentuknya gelembung pasar spekulatif seperti masa krisis dot-com pada tahun 2000.
Berdasarkan data perusahaan riset teknologi Gartner, investasi global untuk kecerdasan buatan diproyeksikan mencapai 2,7 triliun dolar Amerika Serikat pada 2026 dan meningkat menjadi 3,6 triliun dolar Amerika Serikat pada 2027. Sementara itu, harga minyak mentah yang tinggi sejak dimulainya perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran kembali naik sekitar 1 persen seiring dibukanya perdagangan pasar Asia pada Rabu di tengah konflik Timur Tengah yang masih berlangsung, termasuk ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran, dengan kontrak berjangka minyak Brent berada di kisaran 115 dolar Amerika Serikat per barel atau melonjak 59 persen dibanding sebelum perang meletus.






