Badan Pangan Nasional memastikan keamanan stok cadangan beras nasional hingga akhir tahun 2026 menguat pada September 2026, di mana total cadangan beras pemerintah mencapai 4,8 juta ton.
Dampak Produksi dan Subsidi Pupuk
Menilik posisi cadangan beras pemerintah tersebut, ESG Analyst CNBC Indonesia Research Salma Laiqa menyatakan bahwa peningkatan cadangan sejalan dengan lonjakan serapan beras imbas meningkatnya produksi petani. Produksi gabah kering giling petani tercatat mencapai 43,9 juta ton yang berasal dari luas sawah 8,32 juta hektare.
Selain faktor produksi, penguatan stok juga didorong oleh dukungan subsidi harga pupuk dengan alokasi mencapai 9,8 juta ton yang mencakup jenis NPK dan Urea. Meskipun demikian, sejumlah pertanyaan muncul mengenai alasan tingginya harga beras di tengah kenaikan stok, serta dampak lonjakan tersebut terhadap kesejahteraan petani di tengah ancaman El Nino, seperti dibahas dalam program Squawk Box di CNBC Indonesia pada Kamis (22/10/2026).





