Internasional

Francesca Albanese Ajak Indonesia Pimpin Boikot Produk Israel

Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk wilayah pendudukan Palestina, Francesca Albanese, berharap masyarakat Indonesia terus menjadi motor utama pergerakan masyarakat sipil dunia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan Albanese dalam diskusi bersama Amnesty International Indonesia di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Albanese menilai tidak ada kelompok masyarakat di negara lain yang secara konsisten berada di garis terdepan dalam membela Palestina sebagaimana yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia. Menurutnya, perhatian publik Indonesia terhadap Isu Palestina sangat besar dan menonjol dibandingkan wilayah lainnya.

“Tidak ada di negara manapun yang membicarakan tentang kemerdekaan Palestina sebesar yang terjadi di sini (Indonesia),” kata Albanese.

Solidaritas Sosial dan Aksi Boikot

Albanese membagikan pengalamannya saat mengunjungi beberapa kota di Indonesia pada 2016. Kala itu, ia melihat dukungan terhadap Palestina terlihat nyata hingga ke pelosok daerah melalui pengibaran bendera.

“Dan di manapun saya pergi, selalu ada bendera Palestina. Dari Banda Aceh, sampai Flores, di Lombok, di mana-mana ada bendera Palestina. Dan itu sangat masif,” ujar Albanese.

Ia menegaskan bahwa tingginya solidaritas di Indonesia bukanlah hasil rekayasa politik, melainkan ikatan emosional dan gambaran sosial masyarakat atas penderitaan rakyat Palestina yang menghadapi penjajahan serta genosida dari pihak Israel. Albanese mengingatkan bahwa Indonesia mempunyai rekam jejak sejarah yang panjang dalam memberikan dukungan moral dan politik.

“Tidak ada di negara manapun yang berbicara tentang Palestina pada 2016. Meskipun Palestina saat itu sudah dalam situasi yang mengerikan. Tetapi di Indonesia? Ini adalah negara yang punya sejarah, dalam mendukung Palestina. Dan harus tetap seperti itu,” tutur Albanese.

Guna memperkuat perjuangan tersebut, Albanese mengajak publik Indonesia bersama masyarakat sipil global untuk menguatkan aktivisme melalui gerakan boikot, divestasi, dan sanksi (BDS). Langkah ini menyasar berbagai produk dan jaringan bisnis yang menopang perekonomian serta aksi penjajahan Israel di tanah Palestina.

“Jadi, mari kita bekerja bersama untuk mendorong kembali apa yang sudah kita lakukan selama ini,” kata Albanese.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *