Teknologi

Deezer Segera Rilis Fitur Penyaring Lagu Buatan AI

Deezer Segera Rilis Fitur Penyaring Lagu Buatan AI

Platform streaming musik Deezer mengumumkan kehadiran fitur baru yang dirancang untuk menyaring lagu-lagu buatan kecerdasan buatan (AI) agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna. Fitur pemblokiran ini akan menghilangkan lagu, album, dan musikus yang sepenuhnya diciptakan oleh AI dari hasil pencarian serta beranda rekomendasi.

Cara Kerja dan Pengaturan Filter

Penerapan sistem tersebut bertujuan agar para pendengar bisa menelusuri karya dari musikus manusia tanpa harus terhalang oleh lagu-lagu hasil sistem otomatis pada algoritma maupun daftar putar rekomendasi. Meskipun demikian, mekanisme ini hanya menyaring konten yang murni dibuat oleh AI, sedangkan komposisi karya manusia yang menggunakan sebagian bantuan teknologi AI masih bisa dijumpai.

Pengguna diberikan kebebasan penuh untuk mengaktifkan ataupun mematikan fitur ini sesuai dengan keinginan mereka. Apabila pendengar ingin mencari karya yang bersumber dari teknologi tersebut, mereka cukup menonaktifkan tombol penyaring agar konten terkait muncul kembali di aplikasi.

Latar Belakang Pengembangan dan Dampak

Pengembangan sistem penyaringan ini sudah dimulai oleh pihak perusahaan sejak tahun sebelumnya. Hingga saat ini, mereka mencatat telah berhasil mendeteksi serta menyingkirkan lebih dari 42 juta lagu serta 14 juta album buatan AI dari sistem rekomendasi sejak Januari 2025.

Keputusan ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari para pengguna di komunitas Deezer dan Reddit yang meminta agar lagu-lagu kloningan atau buatan mesin dibersihkan dari sistem rekomendasi.

CEO Deezer Alexis Lanternier menyatakan bahwa pihaknya menangkap aspirasi kuat dari para pendengar yang menginginkan kontrol untuk menyingkirkan konten otomatis tersebut. Melalui fitur ini, pengguna diberikan pilihan mutlak untuk memusatkan pengalaman mendengarkan musik hanya pada karya manusia saja jika mereka menghendakinya, seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Pada bulan Juli lalu, pihak perusahaan membeberkan data bahwa lebih dari 50 persen lagu yang diunggah ke layanan mereka merupakan produk ciptaan AI. Volume unggahan tersebut mencapai rata-rata sebanyak 90 ribu lagu setiap harinya.

Selain memberikan kontrol yang lebih baik bagi pendengar, langkah pembersihan ini juga ditujukan untuk membendung pihak-pihak yang berupaya meraup keuntungan finansial secara tidak sah dari monetisasi lagu-lagu otomatis. Seluruh fitur penyaring anti-AI ini direncanakan bakal resmi diluncurkan sebelum penghujung tahun.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *