BUMN

Danantara Pastikan PT Pos Indonesia Jadi Holding Logistik

Danantara Pastikan PT Pos Indonesia Jadi Holding Logistik

Danantara memastikan bahwa PT Pos Indonesia (Persero) tidak akan mengalami kepailitan di tengah tantangan keuangan yang sedang dihadapi. Perusahaan pelat merah tersebut justru diproyeksikan untuk menjadi induk atau holding BUMN di sektor logistik.

Rencana Konsolidasi dan Penataan Keuangan

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pihaknya akan mengonsolidasikan sejumlah BUMN logistik lainnya ke dalam PT Pos Indonesia. Untuk mendukung rencana strategis tersebut, Danantara berkomitmen melakukan pembenahan terhadap kondisi keuangan perusahaan.

“Nggak ada kepailitan, masa pailit. PT Pos itu kan akan menjadi holding logistik kita. Jadi nggak mungkin pailit dong. Justru yang lain akan masuk ke PT Pos, tapi keuangannya kan kita tata, kita rapikan,” ujar Dony di Fairmont Hotel, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).

Dony menjelaskan bahwa PT Pos Indonesia dipilih sebagai calon induk holding logistik karena memiliki keunggulan infrastruktur berupa sekitar 4.000 jaringan distribusi. Jaringan luas tersebut dinilai sangat strategis untuk memperkuat bisnis logistik BUMN di masa depan.

“Nggak mungkin kita pailitin, karena dia akan menjadi holding logistik, yang lain masuk ke situ. Masalah keuangannya nanti kita rapikan. Karena kan mereka punya 4.000 distribution channel. Nah itulah yang akan kita manfaatkan menjadi logistik company kita,” tambah Dony.

Respons Terkait Penurunan Peringkat

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sorotan publik terhadap kondisi keuangan PT Pos Indonesia. Sebelumnya, lembaga pemeringkat Fitch Ratings telah menurunkan peringkat surat utang perusahaan menjadi D(idn) atau gagal bayar (default). Penurunan peringkat ini terjadi karena PT Pos Indonesia tidak memenuhi kewajiban pembayaran kupon obligasi yang jatuh tempo pada 28 September 2026 hingga melewati masa tenggang yang ditetapkan.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan Fitch Ratings. Menurutnya, situasi ini merupakan bagian dari dinamika keuangan perusahaan yang saat ini sedang dalam proses penanganan melalui langkah restrukturisasi dan transformasi secara menyeluruh.

“Perseroan memandang perkembangan tersebut sebagai bagian dari dinamika kondisi keuangan yang saat ini tengah ditangani melalui langkah restrukturisasi dan transformasi perusahaan secara menyeluruh,” ungkap Iwan dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Senin (26/10/2026).

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *