Sekelompok peretas dan pengembang perangkat lunak independen dilaporkan berhasil menemukan cara menjalankan sistem operasi Apple, iOS, yang dirancang hanya untuk iPhone agar dapat berjalan di ponsel berbasis Android. Sebuah klip video yang telah ditonton lebih dari 2 juta kali di platform X menunjukkan bagaimana iOS 16 bisa dijalankan pada perangkat ponsel Redmi Note 12 serta Nothing 3a.
Sejarah Singkat dan Eksperimen Proyek ios-sweet
Melalui laporan yang dikutip dari Decrypt, iPhone sebenarnya sudah sejak lama bisa menjalankan sistem operasi Android. Proyek iDroid memungkinkan iPhone generasi awal menjalankan Android pada April 2010, dan satu dekade kemudian proyek Sandcastle juga berhasil menjalankan Android 10 di iPhone dengan chip A10 Apple. Namun, belum pernah ada pihak yang berhasil melakukan sebaliknya hingga para peretas kini sukses menjalankan iOS di luar perangkat iPhone.
Salah satu percobaan melalui proyek ios-sweet merancang iOS 16 untuk dapat dijalankan di Redmi Note 10 Pro dengan hasil koding yang dibagikan secara terbuka di GitHub. Mereka menggunakan komponen inti XNU Apple yang aksesnya terbuka secara gratis dan memodifikasinya agar bisa berjalan di chip Qualcomm Snapdragon 732G. Setelah modifikasi komponen inti tersebut cocok, mereka memasang file sistem asli iOS 16.7.16 dari iPhone X tanpa modifikasi sama sekali.
Pada perangkat Redmi Note 10 Pro tersebut, mereka berhasil mencapai tampilan lock screen, home screen, Control Center, dan Settings dengan respon layar sentuh serta tombol fisik yang berfungsi. Kendati demikian, beberapa fitur koneksi seperti Wi-Fi, Bluetooth, jaringan data seluler, audio, dan kamera tidak dapat digunakan sama sekali, serta gestur untuk keluar aplikasi juga belum bekerja.
Selain itu, karena ketiadaan dukungan fungsi GPU, proses penayangan grafis sepenuhnya dikerjakan oleh prosesor CPU dengan kecepatan terbatas di angka 20 hingga 30 frame per second. Para pengembang menegaskan bahwa proyek ini murni merupakan eksperimen atau uji coba teknis dan bukan sistem operasi yang siap dipakai untuk penggunaan harian.
Proyek HackiOS dan Pemicu Gerakan Peretasan
Kelompok pengembang lain bernama OOSexGang turut mengklaim keberhasilan proyek HackiOS dalam menjalankan iOS 16.5 pada ponsel Poco X5 Pro. Mereka memanfaatkan Unified Extensible Firmware Interface kustom saat proses booting untuk menghubungkan serta menyiapkan komponen hardware sebelum iOS dimuat agar dapat menjalankan XNU.
Kode untuk HackiOS belum dibagikan secara terbuka dan pengembangnya baru menampilkan video demo yang memperlihatkan aktivitas browser Safari untuk mengunduh aplikasi Android dari APKMirror, meskipun gagal membukanya seperti iPhone pada umumnya. Mereka menyatakan sedang melakukan penyempurnaan akhir dan berencana membagikan proyek tersebut secara gratis dan terbuka tanpa biaya.
Eksperimen semacam ini semakin diminati seiring perkembangan kecerdasan buatan yang mampu membantu proses coding atau perbaikan dengan sangat cepat. Pergerakan ini juga dipicu oleh Reverse Engineer Anything, yaitu perangkat lunak gratis yang memungkinkan kecerdasan buatan bertindak sebagai asisten pengkodean untuk menganalisis struktur kode dan mendekonstruksikannya.
Produsen perangkat keras umumnya menjual perangkat yang dikunci bersama sistem operasinya sehingga ketika peranti tersebut memasuki status usang, perangkat tidak lagi bisa menjalankan aplikasi tertentu. Melalui penembusan batasan antara perangkat keras dan lunak ini, perangkat lawas dan murah dapat terbebas dari ekosistem tertutup pabrikan untuk menjalankan sistem operasi alternatif.




