Hiburan

Rumah Mewah Tasya Farasya Retak Parah, Rugi Miliaran Rupiah

Rumah Mewah Tasya Farasya Retak Parah, Rugi Miliaran Rupiah
Daftar Isi
  1. Dugaan Kelalaian Konstruksi dan Temuan Kayu
  2. Amblesnya Kolam Renang dan Kerugian Materiil
  3. Dampak Perbaikan dan Sejarah Pembangunan Rumah

Tasya Farasya meluapkan emosinya karena mendapati rumah mewahnya retak parah di berbagai sudut akibat kejanggalan fatal dalam proses konstruksi. Ia berang karena bangunan empat lantai tersebut belum sampai setahun ditempati setelah rampung.

Dugaan Kelalaian Konstruksi dan Temuan Kayu

Kekesalan Tasya memuncak setelah tim pemeriksa membongkar sejumlah dinding dan menemukan dugaan kelalaian pengerjaan yang tidak sesuai standar arsitek. Seperti dilaporkan CNN Indonesia, ia meluapkan amarahnya melalui unggahan di Instagram Story pada Sabtu (24/10) sembari memperdengarkan suara riuh tukang yang membongkar rumahnya.

Tasya membeberkan salah satu temuan paling mengejutkan di huniannya bahwa bangunan tersebut mengalami retak menyeluruh karena material yang tidak semestinya. Material besi pada struktur bangunan kedapatan diganti dengan kayu.

Kerusakan nyatanya tidak hanya bersumber dari penggantian besi dengan kayu. Hasil pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa sambungan antara struktur kolom dan dinding bata ringan atau hebel sama sekali tidak dipasangi besi penghubung.

Kondisi tersebut membuat dinding di sisi kolom ikut retak hingga ada bagian yang sampai terpisah. Kerusakan parah ini bahkan merembet hingga ke area luar rumah.

Amblesnya Kolam Renang dan Kerugian Materiil

Area kolam renang di hunian tersebut ikut ambles akibat masalah konstruksi yang terjadi. Penurunan permukaan ini terlihat jelas dari lantai marmer yang kini merosot ke bawah garis batas cat, padahal cat tersebut baru diaplikasikan tujuh bulan lalu.

Perombakan besar-besaran terpaksa dilakukan dan memukul mundur keuangan Tasya Farasya karena menelan kerugian materiil yang sangat besar. Dengan nada sarkas, ia menertawakan nasibnya yang harus kembali merogoh kocek untuk membenahi kelalaian pihak kontraktor.

“Eh, eh, kira-kira kalau kayak gini tuh bayar lagi ga, sih? Bayar lagi! Ratusan juta, miliaran, lho. Ho-oh, ah gila, can’t wait hambur-hamburkan uangku ya, hahaha,” ujar Tasya dengan tawa getir.

Dampak Perbaikan dan Sejarah Pembangunan Rumah

Kini, Tasya mengatakan harus rela rumah berinterior gaya modern French itu diwarnai bising suara proyek perbaikan yang seringkali memanjang hingga pukul 22.00. Belum lagi kelar proses perbaikan, ia mengaku sudah diwanti-wanti bahwa potensi retak susulan di titik berbeda masih akan terus menghantuinya di masa depan.

“Dan yang serunya lagi adalah setelah retak, kalau misalnya nanti udah dibetulin, bisa jadi retaknya tumbuh di tempat lain,” tutur Tasya.

“Wah, I can’t wait! Setelah pembangunan enam tahun ternyata retak itu akan ada lagi. Jadi memang aku itu harus membangun terus. Dokdokdok bersama memong,” imbuh perempuan yang akrab disapa Memong tersebut.

Hunian mentereng yang turut menampung studio khusus untuk pekerjaan Tasya ini memiliki sejarah panjang karena pembangunannya merenggut waktu hingga enam tahun sejak 2020. Proyek rumah tersebut awalnya digarap saat Tasya masih bersama mantan suaminya, Ahmad Assegaf, dan baru benar-benar dikebut penyelesaiannya tak lama setelah mereka berpisah.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *