Teknologi

OpenAI Rilis GPT-6.1 Terra yang Lebih Cepat dan Murah

OpenAI Rilis GPT-6.1 Terra yang Lebih Cepat dan Murah
Daftar Isi
  1. Keunggulan dan Pengujian Model
  2. Tarif dan Peningkatan Akurasi
  3. Ketersediaan dan Harga API

Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI resmi meluncurkan model terbaru bernama GPT-6.1 Terra pada Senin (26/10). Model ini dirancang agar mampu menyelesaikan berbagai tugas harian berbasis komputer dengan lebih baik dan efisien, seperti menyusun proposal, mengisi formulir, hingga mengedit video.

Keunggulan dan Pengujian Model

Berdasarkan pengukuran internal yang dilakukan OpenAI seperti dilansir CNN Indonesia, model ini dinilai jauh lebih unggul, murah, cepat, serta akurat dibandingkan pendahulunya, GPT-5.6 Terra. Kemampuan model tersebut dalam mengoperasikan komputer diuji melalui Agent’s Last Exam, sebuah tolok ukur profesional yang mencakup pembuatan model tiga dimensi gambar arsitektur beserta animasi.

“Pada tingkat upaya penalaran Sedang, GPT-6.1 Terra meraih skor 15 poin persentase lebih tinggi daripada GPT-5.6 Terra dengan biaya sekitar sepertiganya. Bahkan, kinerjanya setara dengan GPT-6 Astra dengan harga per token hanya sepersepuluhnya,” tulis pihak OpenAI di laman resmi mereka.

Hasil pengujian serupa juga terlihat pada pengujian di MMMU-Pro dan OSWorld 2.1. Perusahaan menyebutkan bahwa model anyar ini mengungguli model-model terdahulu dalam aspek kecepatan, kemampuan, maupun biaya.

Tarif dan Peningkatan Akurasi

GPT-6.1 Terra dapat dimanfaatkan melalui ChatGPT Work dan Codex. Tarif antarmuka pemrograman aplikasi atau API standarnya berada 50 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan GPT-5.6 Terra serta GPT-6.1 Sol, sehingga mampu menyelesaikan tugas lebih banyak dengan kuota token yang setara.

“Terra juga jauh lebih cepat, menyelesaikan tugas lebih dari tiga kali lebih cepat daripada GPT-6 Astra dan GPT-6.1 Sol,” jelas OpenAI.

Selain meningkatkan kecepatan dan kemampuan, perusahaan juga berfokus menekan angka kesalahan faktual serta halusinasi pada model kecerdasan buatan yang dikembangkannya.

“Tingkat kesalahan pada upaya penalaran rendah turun dari 53,6 persen pada GPT-5.6 Terra menjadi 16,7 persen pada GPT-6.1 Terra, atau hampir 37 poin persentase. Pada tingkat upaya maksimum, tingkat kesalahan turun sebesar 18 persen menjadi 4,3 persen, hampir menyamai tingkat kesalahan GPT-6 Astra dan GPT-6.1 Sol,” ungkap OpenAI.

Meskipun menunjukkan peningkatan performa pada tingkat upaya penalaran maksimum dibanding versi sebelumnya, OpenAI menegaskan bahwa model GPT-6.1 Sol dan GPT-6 Astra tetap menjadi pilihan yang lebih unggul untuk menangani tugas pemrograman paling kompleks.

Ketersediaan dan Harga API

Model GPT-6.1 Terra kini sudah dapat diakses oleh seluruh pengguna layanan Plus, Pro, Enterprise, dan Edu di platform ChatGPT Work serta Codex. Para pengembang juga bisa menggunakan model ini lewat API OpenAI dengan menggunakan pengenal gpt-6.1-terra.

Tarif API standar dipatok seharga $1 atau setara dengan Rp18.000 untuk setiap satu juta token input, $0,05 atau sekitar Rp900 per satu juta token input yang tersimpan dalam cache, serta $5 atau setara dengan Rp90.000 per satu juta token output.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *