Ekonomi & Bisnis

Bank Sentral Dunia dan Data Ekonomi Penentu Pasar Pekan Depan

Bank Sentral Dunia dan Data Ekonomi Penentu Pasar Pekan Depan
Daftar Isi
  1. Laba Industri China dan Suku Bunga The Fed
  2. Data Ekonomi Amerika Serikat dan Kebijakan ECB
  3. Ketenagakerjaan Jepang dan Suku Bunga BOJ
  4. Pertumbuhan Ekonomi Zona Euro

Perdagangan pada 26-30 Oktober 2026 akan diwarnai oleh rangkaian keputusan penting dari bank sentral dunia serta rilis data ekonomi utama. Seperti dilaporkan CNBC Indonesia, fokus utama pelaku pasar tertuju pada The Federal Reserve, Bank Sentral Eropa, dan Bank of Japan yang berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi.

Laba Industri China dan Suku Bunga The Fed

China dijadwalkan merilis data laba industri periode Januari-September pada Selasa pagi. Data tersebut akan memperlihatkan kemampuan sektor industri dalam menjaga profitabilitas di tengah pemulihan permintaan yang belum merata. Sementara itu, keputusan suku bunga The Fed pada Kamis dini hari diproyeksikan berada pada kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen. Pasar juga akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai inflasi serta potensi pengetatan moneter lanjutan yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah dan dolar AS.

Data Ekonomi Amerika Serikat dan Kebijakan ECB

Estimasi awal pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III-2026 diperkirakan tumbuh 3,2 persen secara kuartalan yang disetahunkan, meningkat dari 2,2 persen pada kuartal sebelumnya. Bersamaan dengan itu, inflasi PCE inti AS September 2026 diprediksi naik menjadi 3,1 persen secara tahunan. Pada hari yang sama, Bank Sentral Eropa atau ECB diumumkan akan mempertahankan suku bunga pembiayaan utama pada level 2,65 persen dan fasilitas deposito di 2,50 persen.

Ketenagakerjaan Jepang dan Suku Bunga BOJ

Jepang dijadwalkan mengumumkan tingkat pengangguran September 2026 yang diperkirakan bertahan di angka 2,5 persen, disertai rilis penjualan ritel yang diprediksi tumbuh 3,3 persen secara tahunan. Bank of Japan kemudian akan mengumumkan keputusan suku bunga yang diperkirakan tetap di level 1,25 persen, serta menerbitkan laporan prospek ekonomi dan harga.

Pertumbuhan Ekonomi Zona Euro

Pada Jumat sore, estimasi awal produk domestik bruto zona euro kuartal III-2026 diperkirakan tumbuh 0,2 persen secara kuartalan atau melambat dari 0,6 persen sebelumnya. Pada saat bersamaan, tingkat pengangguran zona euro diproyeksikan stabil di level 6,4 persen untuk memberikan gambaran ketahanan ekonomi kawasan tersebut di tengah tekanan biaya.

Seluruh rangkaian rilis data ekonomi dan keputusan bank sentral tersebut berpotensi memicu pergerakan pasar yang lebih tajam menjelang akhir pekan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *