Daftar Isi
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mendesak Rusia dan Ukraina untuk segera menghentikan serangan terhadap kapal-kapal sipil di Laut Hitam. Seruan ini disampaikan Erdogan saat bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istanbul pada Sabtu (15/10), di mana kedua pemimpin sepakat untuk mengupayakan pembentukan koridor gandum baru melalui jalur perairan tersebut.
Menolak Serangan terhadap Kapal Sipil
Dalam konferensi pers bersama, Erdogan menegaskan bahwa serangan terhadap kapal komersial tidak dapat diterima oleh pihak mana pun, terlepas dari siapa pelaku atau alasan yang mendasarinya. Menurut Erdogan, tindakan yang memicu eskalasi ketegangan di Laut Hitam tidak memberikan keuntungan bagi siapa pun. Ia pun meminta semua pihak untuk bertindak secara bertanggung jawab.
Turkiye, yang memiliki hubungan diplomatik dengan Moskow dan Kyiv, menyatakan telah mengirimkan proposal untuk mengakhiri serangan tersebut kepada kedua negara. Namun, Ankara menyebut bahwa hingga saat ini belum ada langkah nyata yang diambil oleh pihak Rusia maupun Ukraina terkait proposal tersebut.
Upaya Koridor Gandum dan Keamanan
Presiden Zelenskyy menuding Rusia sebagai pihak yang mempersulit situasi di Laut Hitam. Ia menyebut bahwa keamanan di wilayah tersebut menjadi fokus utama dalam pembicaraannya dengan Erdogan. Zelenskyy menyatakan bahwa Turkiye mendukung upaya untuk menjamin navigasi yang aman di Laut Hitam guna memulihkan kondisi kehidupan yang normal.
Erdogan menambahkan bahwa diskusi untuk memulihkan navigasi yang aman akan terus berlanjut. Ia meyakini bahwa kesepakatan mengenai isu ini akan memberikan dorongan baru bagi upaya penciptaan perdamaian yang abadi di Ukraina. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengungkapkan adanya minat internasional yang meningkat untuk mencapai gencatan senjata terbatas di Laut Hitam demi mengamankan pengiriman gandum dan energi.
Menurut Rubio, Amerika Serikat saat ini tengah meninjau proposal dari Turkiye dan India untuk melancarkan kembali pengiriman gandum. Ia menekankan bahwa langkah ini penting untuk menjaga keamanan pangan dan energi global, meskipun tidak serta-merta mengakhiri perang secara keseluruhan.
Diplomasi untuk Mengakhiri Perang
Erdogan menyambut baik momentum baru dalam upaya mengakhiri perang melalui jalur diplomasi, termasuk inisiatif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menegaskan bahwa dalam perdamaian yang adil, tidak boleh ada pihak yang merasa kalah, dan Turkiye siap melakukan segala upaya untuk membuka jalan menuju perdamaian.
Turkiye sebelumnya telah menjadi tuan rumah bagi beberapa putaran perundingan antara Rusia dan Ukraina. Zelenskyy mengungkapkan bahwa ia telah mendiskusikan berbagai opsi format perundingan dengan Erdogan, termasuk kemungkinan pertemuan di Turkiye yang melibatkan pihak Eropa dan mitra lainnya. Zelenskyy menekankan perlunya keputusan tegas untuk menunjukkan kepada Rusia bahwa tidak ada alternatif selain perdamaian dan bahwa dukungan terhadap Ukraina akan terus berlanjut.





