Pendiri sekaligus mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, meminta Elon Musk untuk tidak mengolok-olok perusahaannya pada Jumat. Zhao meminta bos SpaceX tersebut agar menunjukkan dukungan setelah serangkaian unggahan media sosial yang terkesan menyindir bursa kripto yang tengah bermasalah itu.
Reaksi Elon Musk dan Tanggapan Zhao
Musk membagikan sejumlah emoji mulai dari tertawa hingga meringis di platform X setelah mengetahui bursa kripto terbesar di dunia tersebut mengalami peretasan senilai USD6,3 miliar pada Kamis malam. Menanggapi hal tersebut, Zhao mengingatkan CEO Tesla itu mengenai kepemilikan saham Binance di perusahaan milik Musk.
Menurut Zhao, kepemilikan saham Binance di SpaceX yang berawal dari investasi pada platform yang sebelumnya bernama Twitter tersebut bernilai lebih dari USD1 miliar. Kendati demikian, angka itu hanya sebagian kecil dari valuasi SpaceX yang berada di kisaran USD2 triliun.
“Elon, have a lot of respect for you, but bad time to troll. Please stop,” tulis Zhao, seperti dilaporkan US Top News and Analysis (cnbc.com). “Our SPCX shares (from our $500m investment in your Twitter takeover) are worth more than a billion. Would appreciate if you show a little support. Thanks!”
Riwayat Perselisihan Daring
Bukan kali ini saja kedua tokoh teknologi tersebut terlibat perdebatan di dunia maya. Pada November 2021, Binance sempat menangguhkan penarikan Dogecoin akibat gangguan dompet digital yang dinilai mencurigakan oleh Musk. Zhao membalas kritikan tersebut dengan menyoroti penarikan kembali hampir 12.000 kendaraan Tesla di Amerika Serikat karena masalah perangkat lunak dan perangkat keras.
Terkait insiden peretasan terbaru, Binance sempat membekukan seluruh penarikan dan penyetoran dana sebelum akhirnya membuka kembali layanan penyetoran. Penyelidik menduga serangan siber tersebut didalangi oleh kelompok peretas asal Korea Utara yang disponsori negara, TraderTraitor, dengan sekitar USD3 miliar aset kripto berhasil dibekukan sejauh ini.
Sumber: US Top News and Analysis







