Daftar Isi
Perusahaan internet satelit asal China, SpaceSail, bersiap meluncurkan 10.000 satelit ke orbit pada 2030 mendatang, mengejar dominasi satelit Starlink milik Elon Musk. Sejauh ini, perusahaan tersebut telah memiliki beberapa ratus satelit di orbit.
Profil dan Pendanaan SpaceSail
Seperti dilaporkan CNN Indonesia mengutip BGR, SpaceSail merupakan perusahaan internet satelit yang didukung oleh pemerintah Kota Shanghai, China. Kehadiran SpaceSail dinilai menjadi salah satu upaya besar pertama di industri ini untuk menyaingi dominasi Starlink milik Elon Musk.
SpaceSail adalah nama yang digunakan untuk pasar internasional, sedangkan nama asli konstelasi satelitnya ialah Qianfan, yang secara harfiah berarti “seribu layar”. Konstelasi ini dikelola oleh Shanghai Spacesail Technologies Co Ltd.
Pada Agustus 2026, SpaceSail berhasil meraih pendanaan sebesar 7 miliar yuan atau sekitar US$ 1 miliar. Sejumlah investor yang terlibat antara lain ialah Shanghai Alliance Investment dan CAS Star, yang mendorong valuasi perusahaan mencapai 50 miliar yuan atau sekitar US$7,4 miliar.
SpaceSail menambahkan satelit baru pada 15 September 2026. Dalam peluncuran tersebut, perusahaan mengirimkan satelit uji coba yang dirancang untuk mendukung kapasitas transmisi data besar. Proyek SpaceSail mulai berjalan pada 2024, sementara perangkat pertamanya diproduksi pada 2023.
Perbandingan Teknologi dan Model Bisnis
Saat ini, SpaceSail masih menggunakan satelit generasi pertama yang mampu menghadirkan kecepatan unduh hingga 20 Mbps dan kecepatan unggah 5 Mbps ke ponsel. Sebagai perbandingan, Starlink saat ini menjanjikan kecepatan internet hingga lebih dari 400 Mbps di mana pun, meski kecepatan yang diperoleh pengguna bergantung pada lokasi serta perangkat keras yang digunakan.
Kemampuan satelit buatan China ini dinilai belum menyamai teknologi yang dimiliki Starlink. Meski demikian, SpaceSail diperkirakan akan mulai meluncurkan satelit generasi kedua dan ketiga dalam beberapa bulan mendatang.
Model bisnis perusahaan ini nampaknya lebih banyak berfokus pada pelanggan perusahaan atau sektor bisnis, serta menyediakan layanan bagi pasar internasional, bukan hanya menyasar konsumen individu.
Persaingan Domestik di China
Selain Starlink, SpaceSail memiliki pesaing lain di dalam negeri, yaitu China Satellite Network Group yang turut didukung oleh pemerintah China. Perusahaan ini menargetkan pembangunan konstelasi berisi 13.000 satelit setelah proyeknya rampung.
Konstelasi yang dikenal dengan nama GuoWang tersebut telah meluncurkan satelit secara berkala sepanjang 2026. Peluncuran terakhir yang tercatat dari China Satellite Network Group berlangsung pada 10 Oktober 2026.






