Harga saham platform e-commerce Shopify mengalami penurunan sebesar 7 persen pada perdagangan hari Selasa (12/11). Pelemahan ini terjadi setelah perusahaan melaporkan kinerja keuangan kuartal ketiga yang tidak memenuhi ekspektasi pasar terkait laba kotor langganan dan volume barang dagangan bruto (Gross Merchandise Volume/GMV).
Kinerja Keuangan Kuartal Ketiga
Shopify mencatatkan laba yang disesuaikan sebesar 49 sen per saham, angka ini melampaui estimasi LSEG yang berada di level 46 sen per saham. Namun, secara keseluruhan, pendapatan kuartalan perusahaan mencapai 3,74 miliar dolar AS, sedikit di bawah proyeksi LSEG sebesar 3,75 miliar dolar AS.
Terkait volume barang dagangan bruto, Shopify mencatatkan angka sebesar 119,15 miliar dolar AS. Capaian ini tidak mencapai estimasi analis dari StreetAccount yang mematok angka 120,03 miliar dolar AS. Selain itu, laba kotor dari segmen langganan tercatat sebesar 661 juta dolar AS, meleset hampir 20 juta dolar AS dari estimasi StreetAccount sebesar 680,3 juta dolar AS. Meski demikian, laba kotor dari segmen pedagang (merchant gross profit) berhasil melampaui ekspektasi.
Data dari FactSet menunjukkan bahwa pendapatan dari segmen langganan mencapai 836 juta dolar AS, angka ini juga berada di bawah estimasi analis sebesar 848,1 juta dolar AS. Di sisi lain, pendapatan dari segmen pedagang tercatat lebih baik dari perkiraan.
Tanggapan Manajemen Shopify
Presiden Shopify, Harley Finkelstein, dalam wawancaranya dengan program “Squawk on the Street” di CNBC pada hari Selasa, menyebut hasil GMV tersebut sebagai capaian yang konsisten dan tahan lama. Ia menekankan bahwa ini merupakan kuartal ketiga belas berturut-turut di mana pertumbuhan GMV berada di atas 20 persen.
“Kami sangat bangga dengan hasil ini, dan kami akan terus membangun untuk jangka panjang serta mengabaikan kebisingan dari hari ke hari,” ujar Finkelstein.
Untuk kuartal keempat, Shopify memproyeksikan pertumbuhan pendapatan berada di kisaran “tiga puluhan rendah” secara tahunan (year over year). Proyeksi ini dibandingkan dengan estimasi LSEG yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 32,1 persen.
Sumber: US Top News and Analysis





