Mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih sekaligus pendiri SkyBridge Capital, Anthony Scaramucci, memperkirakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengalami kekalahan telak dalam pemilu paruh waktu yang digelar pada Selasa. Berbicara kepada program Squawk Box Europe di stasiun televisi CNBC pada Selasa, Scaramucci menyatakan bahwa Amerika Serikat saat ini tengah menghadapi pergulatan budaya dan ekonomi, di mana dua partai utama bersaing menawarkan dua visi berbeda bagi masa depan negara tersebut.
Prediksi Kekalahan Telak dan Kekecewaan Pemilih
Scaramucci menyebutkan bahwa presiden dipastikan akan kalah telak dan menyadari situasi tersebut. Menurut hasil Survei Ekonomi All-America yang dirilis CNBC bulan lalu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja ekonomi Trump merosot ke titik terendah sepanjang masa. Sebanyak 65 persen responden menyatakan tidak puas atas cara presiden menangani perekonomian, sementara 80 persen menilai kondisi ekonomi berada dalam kategori cukup atau buruk.
Ia menambahkan bahwa pemilu paruh waktu merupakan satu-satunya sarana bagi masyarakat untuk menilai kinerja presiden, dan publik saat ini merasa tidak puas. Menurutnya, Trump telah menjanjikan keterjangkauan biaya hidup, penghentian perang abadi, serta transparansi dokumen kasus Epstein, namun tidak satu pun janji tersebut dipenuhi. Kondisi ini membuat banyak pendukung dari kelompok MAGA (Make America Great Again) mulai meninggalkan sang presiden.
Menanggapi pernyataan tersebut, pihak Gedung Putih tidak memberikan respons cepat saat dimintai komentar oleh CNBC. Sebelumnya, Gedung Putih pernah menyampaikan kepada CNBC bahwa relevansi Scaramucci telah berakhir hampir satu dekade lalu. Scaramucci sendiri sempat menjabat sebagai Direktur Komunikasi Gedung Putih selama 10 hari pada tahun 2017 di masa jabatan pertama Trump.
Sementara itu, pasar taruhan memperkirakan peluang sekitar tiga banding empat bagi Partai Demokrat untuk memenangkan kendali Senat dalam pemilu hari Selasa. Kendati demikian, berbagai platform judi dan peluang tidak menggunakan metode yang sama dengan jajak pendapat politik tradisional sehingga tidak dapat menggantikan jajak pendapat resmi.
Pandangan Mengenai Konflik Iran dan Perpecahan Partai Republik
Terkait konflik di Iran, Scaramucci mengaku pesimistis terhadap potensi terobosan diplomatik setelah pemungutan suara usai. Ia tidak melihat adanya keselarasan antara pihak Iran, Israel, dan Amerika Serikat untuk mencapai solusi perundingan dalam waktu dekat. Di sisi lain, seorang pejabat AS mengungkapkan kepada MS NOW bahwa militer AS telah meluncurkan serangan defensif di Pulau Qeshm, Iran, pada malam hari, meskipun Trump sebelumnya menyatakan pasukan Amerika tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu.
Scaramucci menegaskan bahwa perang sangat berdampak buruk bagi dunia usaha dan pasar saham, sehingga ia mengharapkan adanya penyelesaian melalui perundingan. Setelah pemilu, jika Trump mengalami kekalahan, akan ada penyelidikan dua kamar parlemen yang menjadi sorotan utama karena Partai Demokrat berencana mengungkap berbagai kebijakan yang sedang berjalan di dalam pemerintahan.
Selain itu, Scaramucci memprediksi akan terjadi perang saudara intelektual di tubuh Partai Republik untuk menentukan arah masa depan partai tersebut setelah era Trump berakhir. Ia menilai partai tersebut kini bukan lagi wadah bagi figur seperti Ronald Reagan maupun George W. Bush, dan akan memerlukan waktu panjang untuk melepaskan diri dari pengaruh gerakan MAGA. Unsur-unsur MAGA diyakini masih akan melekat pada kandidat presiden berikutnya pada tahun 2028 karena bayang-bayang Donald Trump serta dana PAC senilai ratusan juta dolar yang dimilikinya.
Sumber: US Top News and Analysis







