Internasional

Houthi Yaman Bikin Waswas Dunia Berkat Sumber Mesin Perang Sendiri

Houthi Yaman Bikin Waswas Dunia Berkat Sumber Mesin Perang Sendiri
Daftar Isi
  1. Dari Senjata Rampasan Menuju Bantuan Iran
  2. Jaringan Pasokan Meluas hingga China
  3. Kompleksitas Jaringan dan Hubungan dengan Iran

Kelompok Houthi yang dahulu sempat diremehkan kini bertransformasi menjadi kekuatan bersenjata yang diperhitungkan di kawasan Timur Tengah. Seperti dilaporkan CNBC Indonesia mengutip The Economist, kelompok pemberontak Yaman tersebut kini mulai mampu memproduksi persenjataannya sendiri, sekaligus menjadi ancaman serius bagi negara-negara tetangga seperti Arab Saudi.

Dari Senjata Rampasan Menuju Bantuan Iran

Kisah perkembangan Houthi berakar pada tahun 2014 ketika mereka berhasil merebut ibu kota Yaman, Sana’a. Keberhasilan itu memberi mereka akses ke persenjataan militer termasuk rudal Scud dan Tochka peninggalan era Soviet melalui kerja sama sementara dengan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh beserta militer setianya. Intervensi militer yang dipimpin Arab Saudi pada 2015 kemudian mempercepat eskalasi tersebut, di mana Iran meningkatkan dukungan berupa rudal balistik, drone, serta pelatihan, sementara kelompok Hizbullah dari Lebanon turut membantu meningkatkan kemampuan tempur Houthi.

Namun seiring berjalannya waktu, pola hubungan ini bergeser dari sekadar menerima senjata jadi dari luar negeri menjadi kemampuan merakit dan membuat senjata di dalam wilayah Yaman. Pada September 2026, pemimpin Houthi Abdul-Malik al-Houthi mengeklaim kelompoknya sudah mampu membuat senjata dari awal tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan luar. Fabian Hinz, peneliti Conflict Armament Research (CAR), mengungkapkan bahwa kecepatan dan ambisi produksi militer Houthi telah mengejutkan para pengamat, dengan beberapa drone jarak menengah kini dibuat menggunakan sebagian besar komponen non-Iran.

Penelitian Century International pada Februari 2026 yang mempelajari ratusan barang sitaan bertahun-tahun menunjukkan bahwa pada awal konflik, barang yang disita merupakan senjata utuh siap pakai. Sebaliknya, lebih dari 80 persen barang yang disita sepanjang periode 2024 hingga 2025 justru berupa bahan dan komponen untuk produksi senjata.

Jaringan Pasokan Meluas hingga China

Perubahan sumber persenjataan ini juga diikuti oleh pergeseran negara asal barang yang digunakan. Berdasarkan data penelitian Century International, sekitar 35 persen barang dalam catatan penyitaan sepanjang 2021 hingga 2025 berasal dari China, sementara dari Iran hanya sekitar 21 persen.

Barang-barang dari China tersebut umumnya merupakan produk industri berstatus dual-use yang memiliki kegunaan sipil sekaligus berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan militer. Sebagai contoh, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi pada Juni 2024 kepada Ali al-Wazir, seorang pengusaha Yaman di Guangzhou, China, karena dituduh terlibat dalam pengadaan barang yang membantu Houthi memproduksi senjata. Pada Oktober 2026, riset CAR kembali menemukan komponen khusus dalam pengiriman di Pelabuhan Aden yang diduga berkaitan dengan produksi rudal balistik rancangan Iran.

Kompleksitas Jaringan dan Hubungan dengan Iran

Besarnya jaringan perdagangan global membuat embargo senjata PBB maupun sanksi berulang dari AS belum berhasil menghentikan aliran barang ke wilayah Houthi. Kondisi keamanan Yaman yang terpecah akibat perang saudara serta jaringan pasokan yang melibatkan Timur Tengah, Afrika, hingga Asia membuat upaya pengawasan menjadi sangat sulit.

Kemandirian industri militer ini turut mengubah dinamika hubungan Houthi dengan Teheran. Meskipun bantuan Iran sangat krusial di masa lalu, kemampuan produksi mandiri membuat Houthi semakin tahan ketika pasokan terganggu dan memberi keuntungan strategis bagi Iran yang tidak ingin bergantung pada satu jalur pasokan saja. Di sisi lain, kemandirian tersebut membuat Houthi semakin sulit dikendalikan oleh Iran, seiring ambisi kelompok itu untuk memperluas hubungan dengan Rusia dan kelompok bersenjata di Afrika demi menjadi kekuatan utama Yaman.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *