Senator senior dari Partai Demokrat Amerika Serikat, Chris Murphy, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami serangan stroke. Pihak staf menyatakan bahwa sang senator saat ini dalam kondisi sadar serta memberikan respons baik terhadap penanganan medis.
Kondisi Kesehatan dan Perawatan
Kepala Staf Chris Murphy, Allison Herwitt, mengonfirmasi bahwa senator asal Connecticut tersebut mulai menerima perawatan medis setelah merasakan sensasi mati rasa di bagian lengannya pada Sabtu. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Murphy saat ini dirawat di Rumah Sakit Johns Hopkins, salah satu fasilitas kesehatan terkemuka di Amerika Serikat.
Herwitt menjelaskan bahwa tim medis merasa sangat optimistis melihat perkembangan kesehatan senator yang telah mengabdi selama 20 tahun di Senat tersebut. “Para dokter merasa lega dengan perkembangannya, dia sadar dan tanggap, dan kami optimistis dia akan pulih sepenuhnya,” kata Herwitt dalam keterangan resminya.
Sikap Politik dan Reaksi Donald Trump
Murphy tidak terdaftar dalam kompetisi pemilu sela yang digelar untuk menentukan penguasaan kursi Kongres. Kendati demikian, sosok pengkritik kebijakan luar negeri ini kerap dipandang sebagai salah satu kandidat potensial untuk pemilihan presiden AS pada 2028 mendatang.
Sebagai salah satu anggota senior di Komite Alokasi Anggaran dan Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Murphy memiliki pengaruh besar dalam kebijakan anggaran dan diplomasi AS. Pada Oktober lalu, ia melakukan kunjungan ke kawasan Timur Tengah, yang menjadi lawatan regional pertama oleh politikus Demokrat sejak ketegangan militer di wilayah tersebut meningkat pada Februari.
Murphy dikenal vocal menentang kebijakan Presiden Donald Trump serta keterlibatan AS dalam perang Iran. Ia sempat menuduh Departemen Pertahanan AS menghalangi aksesnya ke pangkalan militer AS di Qatar saat kunjungan bulan lalu, dan berjanji akan menahan pendanaan perang serta menyelidiki dugaan korupsi keluarga Trump jika Partai Demokrat berhasil memenangkan mayoritas Senat.
Menanggapi kabar mengenai kondisi kesehatan rival politiknya tersebut, Presiden Donald Trump mengaku terkejut saat mendengar berita stroke yang dialami Murphy. Trump menyampaikan bahwa dirinya “sangat terkejut” dan menambahkan bahwa “tidak ada seorang pun yang menginginkan hal itu terjadi.”







