Edukasi & Inspirasi

Klaten Dorong Anak Masuk PAUD Semasa Pra-Sekolah Dasar

Klaten Dorong Anak Masuk PAUD Semasa Pra-Sekolah Dasar
Daftar Isi
  1. Diseminasi Wajib Belajar dan Sinergi Para Pihak
  2. Edukasi Membatasi Gawai pada Anak
  3. Daftar Pemenang Lomba Video Kampanye

Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan sejak usia dini lewat program Wajib Belajar 13 Tahun. Pemkab mendorong anak-anak di wilayah tersebut untuk menempuh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama satu tahun sebelum melangkah ke jenjang sekolah dasar (SD).

Diseminasi Wajib Belajar dan Sinergi Para Pihak

Langkah sosialisasi tersebut diwujudkan dalam acara Diseminasi Implementasi Wajib Belajar PAUD 1 Tahun Pra-Sekolah yang diselenggarakan di Gedung Wanita Klaten pada Jumat (30/10). Penjabat Sekretaris Daerah Klaten Jaka Purwanto hadir membawakan sambutan sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang lomba video kampanye pendidikan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Agus Setyawan Prasetyoko dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Klaten. Dalam kesempatan itu, Jaka menggarisbawahi pentingnya kesiapan tumbuh kembang anak dalam menyongsong jenjang sekolah formal.

“Melalui layanan PAUD yang berkualitas, kami berharap setiap anak di Klaten memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai potensi dan tahap perkembangan,” kata Jaka dalam keterangan resmi seperti dikutip CNN Indonesia pada Senin (2/11).

Jaka menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama yang padu antara pemerintah daerah, instansi pendidikan, para orang tua, masyarakat, serta Bunda PAUD di wilayah masing-masing.

Edukasi Membatasi Gawai pada Anak

Selain kegiatan diseminasi, sosialisasi dilakukan melalui kompetisi video edukasi guna memperluas jangkauan pemahaman orang tua. Salah satu pemenang dari kategori desa, Bunda PAUD Desa Duwet Erna Yuli Hastuti, menuturkan bahwa dirinya tak menyangka bisa meraih juara pertama. Ia berharap ajang ini memicu para Bunda PAUD untuk lebih aktif mengajak warga menyekolahkan anaknya ke lembaga PAUD.

Erna menjelaskan, video yang dibuatnya menyoroti pentingnya penanganan penggunaan gawai pada anak-anak serta penyadaran bahwa PAUD memiliki peran mendidik yang menyenangkan.

“Harapannya supaya orang tua itu terpacu biar anak-anaknya tidak main HP saja. Kami juga memberi edukasi bahwa PAUD bukan hanya tempat bermain tetapi bisa menyalurkan bakat dan minat melalui bermain tetapi juga belajar,” terangnya.

Daftar Pemenang Lomba Video Kampanye

Rangkaian kegiatan tersebut diakhiri dengan pengumuman para pemenang lomba video kampanye Wajib Belajar 13 Tahun untuk kategori kecamatan dan desa.

Pada kategori kecamatan, Kecamatan Gantiwarno meraih Juara I, diikuti Kecamatan Klaten Utara sebagai Juara II, Kecamatan Cawas sebagai Juara III, dan Kecamatan Wedi menduduki Juara Favorit.

Sementara untuk kategori desa, Juara I diraih oleh Desa Duwet (Kecamatan Wonosari), Juara II oleh Desa Kanoman (Kecamatan Karangnongko), Juara III oleh Desa Kwaren (Kecamatan Ngawen), serta Juara Favorit diraih Desa Mlese (Kecamatan Ceper).

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *