Dunia

Marine Le Pen Janjikan Kebangkitan Prancis dalam Pemilu

Marine Le Pen Janjikan Kebangkitan Prancis dalam Pemilu
Daftar Isi
  1. Kampanye di Tengah Gelombang Unjuk Rasa
  2. Simbolisme Kota Orleans dan Sejarah Partai
  3. Perluasan Basis Dukungan dan Agenda Politik

Marine Le Pen memulai kampanye pemilihan presidennya di Orleans, Prancis, dengan menjanjikan kebangkitan nasional di tengah krisis sosial dan ekonomi yang melanda negara tersebut. Di hadapan ribuan pendukungnya, tokoh politik sayap kanan ini tampil percaya diri dengan keunggulan dalam penjajakan jajak pendapat.

Kampanye di Tengah Gelombang Unjuk Rasa

Ribuan pendukung memadati lokasi acara di Orleans pada hari Minggu untuk menyambut kedatangan Le Pen. Para penyelenggara menyatakan sebanyak 8.500 pendukung hadir di dalam ruangan yang disulap menjadi benteng pengamanan, sementara massa meneriakkan yel-yel dukungan bagi pencalonannya di bawah lautan bendera Prancis.

Dalam orasinya, Le Pen menyampaikan komitmen untuk memulihkan otoritas serta keamanan di negara yang ia nilai telah kehilangan kendali. Ia menegaskan akan menegakkan kembali supremasi hukum di hadapan para pendukung yang mengenakan kaos bertuliskan slogan kampanyenya.

Peluncuran kampanye ini berlangsung bersamaan dengan situasi Prancis yang menghadapi gelombang demonstrasi sejak pertengahan September. Gerakan protes yang awalnya dimotori oleh pelajar sekolah menengah di pinggiran Paris telah berkembang menjadi aksi nasional yang diwarnai kerusuhan, penjarahan toko, serta ribuan penangkapan aparat kepolisian.

Situasi kerusuhan tersebut dimanfaatkan oleh partai pimpinan Le Pen, National Rally atau RN, untuk menonjolkan diri sebagai penjaga ketertiban umum. Partai ini melancarkan kritik tajam terhadap penanganan keamanan publik oleh Presiden Emmanuel Macron serta menuduh pemimpin sayap kiri Jean-Luc Melenchon turut memicu kekerasan.

Simbolisme Kota Orleans dan Sejarah Partai

Pengamanan ketat diberlakukan di Kota Orleans menjelang acara tersebut, mulai dari stasiun keberangkatan di Paris hingga penutupan seluruh aktivitas bisnis dan penghentian transportasi umum di lokasi. Patung Joan ofarks di alun-alun kota dikelilingi oleh pagar pengaman, sementara ribuan personel kepolisian dikerahkan untuk mengantisipasi bentrokan dengan kelompok penolak partai berhaluan kanan tersebut.

Pemilihan Kota Orleans memiliki makna simbolis yang kuat karena erat kaitannya dengan Joan of Arc, pahlawan abad ke-15 yang menjadi lambang perlawanan dan pembebasan Prancis. Kalangan sayap kanan telah lama mengaitkan figur tersebut dengan narasi kedaulatan nasional dan perlindungan negara dari pengaruh asing.

Dalam dua dekade terakhir, RN berupaya memperluas basis dukungan melalui strategi penghapusan stigma negatif untuk melepaskan citra masa lalu yang dikaitkan dengan rasisme dan anti-Semitisme. Pendiri partai tersebut, Jean-Marie Le Pen, sebelumnya pernah dijatuhi hukuman atas pernyataan ujaran kebencian sebelum akhirnya dipecat dari keanggotaan partai pada tahun 2015.

Perluasan Basis Dukungan dan Agenda Politik

Di bawah kepemimpinan Marine Le Pen, partai ini memperluas daya tariknya kepada kelas pekerja dan kelompok masyarakat menengah melalui kombinasi kebijakan pembatasan imigrasi serta perlindungan kesejahteraan sosial. Jumlah keanggotaan partai dilaporkan meningkat hampir tiga kali lipat mencapai sekitar 112.000 anggota dari sebelumnya kurang dari 37.000 pada tahun 2022.

Menurut sejarawan dan analis politik Baptiste Roger-Lacan, partai tersebut terus menunjukkan kemajuan di berbagai tingkatan mulai dari tingkat lokal hingga parlemen. Meskipun demikian, ia menilai program yang diusung masih mengandung hal-hal yang kontroversial, termasuk agenda diplomatik yang pro-Rusia serta kebijakan yang dinilai berpotensi menimbulkan perpecahan.

Dalam acara tersebut, wakil pemimpin partai Jordan Bardella turut menyampaikan pidato di hadapan para simpatisan. Hubungan antara Le Pen dan Bardella sempat diuji oleh pemberitaan media investigasi mengenai dugaan pernyataan di masa lalu serta perbedaan pandangan terkait agenda ekonomi, namun kedua tokoh tersebut tampil menunjukkan kesolidan dengan mengusung slogan kepemimpinan bersama dalam pencalonan presiden mendatang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *