Daftar Isi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal, Kota Bekasi. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan rencana pembangunan flyover demi mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dan mengurai kemacetan parah.
Faktor Keselamatan dan Rencana Pembangunan
AHY menjelaskan dorongan utama pembangunan infrastruktur tersebut berkaitan dengan faktor keselamatan warga. Pada April 2025 lalu, di sekitar kawasan ini sempat terjadi kecelakaan maut yang melibatkan kereta KRL dengan taksi online di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, seperti dilaporkan Finance – Detikcom.
Ia menambahkan tingginya risiko kecelakaan dan potensi kemacetan terjadi di titik ini karena padatnya frekuensi KRL yang melintas setiap 5 menit sekali, sementara volume mobilitas kendaraan warga di kawasan tersebut sangat tinggi. Pemerintah pusat dan daerah Kota Bekasi menilai solusi untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi lagi sekaligus mengurai kemacetan di Bulak Kapal adalah dengan membangun sebuah flyover.
Skema Anggaran dan Target Waktu Pembangunan
Untuk merealisasikan proyek infrastruktur ini, skema pembagian anggaran telah disiapkan oleh pemerintah pusat dan daerah. Pembiayaan terkait dengan pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi dengan alokasi anggaran sekitar Rp126 miliar.
Dari total target pembebasan lahan sekitar 76 bidang, sebanyak 40 bidang sudah dalam kondisi clear and clean. Sedangkan 36 bidang sisanya masih berada dalam proses pembayaran yang ditargetkan tuntas pada November mendatang.
Sementara itu, untuk pembangunan fisik flyover dikalkulasikan menelan biaya sekitar Rp188 miliar dengan bentang panjang mencapai kurang lebih 500 meter. Proses konstruksi fisik flyover ini direncanakan memakan waktu pelaksanaan sekitar 16 bulan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada triwulan pertama tahun 2028.
Spesifikasi Teknis dan Harapan Pemerintah
Dari sisi teknis, ia mengatakan desain flyover Bulak Kapal dirancang secara khusus untuk memenuhi standar spesifikasi keselamatan yang ditetapkan oleh Kereta Api Indonesia (KAI). Flyover akan memiliki ketinggian ruang aman bagi jalur KAI ditetapkan sekitar 7,5 meter untuk mengakomodasi jalur kelistrikan serta perlengkapan kereta, yang kemudian ditambah dengan tinggi struktur flyover itu sendiri.
Dengan hadirnya infrastruktur ini, pemerintah berharap mobilitas harian masyarakat Kota Bekasi dapat berjalan lebih lancar, aman, serta mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.
Pemerintah menargetkan proyek tersebut segera dibangun karena sangat dibutuhkan oleh warga untuk keselamatan, produktivitas ekonomi, dan kenyamanan bersama.
Sumber: Finance - Detikcom






