Ekonomi & Bisnis

KKP Siapkan 76 Lokasi Budi Daya Ikan Tematik di DIY

KKP Siapkan 76 Lokasi Budi Daya Ikan Tematik di DIY
Daftar Isi
  1. Pengembangan Program Prioritas Nasional
  2. Fasilitas dan Pendampingan Teknis
  3. Dukungan Pemerintah Daerah dan Warga

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan program budi daya ikan tematik di 76 lokasi yang tersebar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Program ini dirancang untuk menciptakan peluang usaha baru bagi warga desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat berbasis protein ikan.

Pengembangan Program Prioritas Nasional

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa inisiatif pengembangan budi daya ikan tematik tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang mematok target menjangkau 40.000 titik lokasi hingga tahun 2029.

“Sebanyak 76 lokasi itu tersebar di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman. Penyiapannya mengedepankan kelayakan lokasi serta penyelesaian administrasi pemanfaatan lahan sebelum pembangunan dilaksanakan,” ungkap Menteri Trenggono dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).

Guna mematangkan persiapan di lapangan, KKP telah menggelar sosialisasi bersama Komisi IV DPR RI serta jajaran pemerintah daerah setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan lahan, pengelola, hingga sistem pemasaran supaya bantuan yang disalurkan dapat bertransformasi menjadi usaha yang produktif dan berkesinambungan.

Fasilitas dan Pendampingan Teknis

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu menjelaskan bahwa program ini mencakup pembangunan fasilitas fisik, pelatihan bagi operator, penyediaan benih serta pakan, dan pendampingan intensif pada fase awal operasional.

Para penyuluh perikanan dari KKP akan dikerahkan untuk mengawal para pengelola agar memiliki kapasitas teknis serta manajerial yang memadai sehingga kegiatan produksi bisa berjalan secara mandiri di masa mendatang.

“Jadi kita dampingi sampai satu kali operasional. Setelah itu harapannya sudah bisa mandiri, jalan sendiri,” ujar Tb Haeru Rahayu.

Selain itu, aspek legalitas dan kesiapan lahan juga menjadi fokus utama dalam tahap persiapan. Menurutnya, lokasi yang ditentukan wajib memiliki status hukum yang terang, bebas dari sengketa, serta memenuhi seluruh kriteria program.

“Kelayakan teknis, akses menuju lokasi, serta ketersediaan listrik perlu dipastikan agar kegiatan budi daya dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Warga

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Adi Bayu Kristanto menyatakan kesiapan jajarannya dalam membantu mempercepat proses administrasi pemanfaatan tanah kalurahan demi kelancaran program budi daya ikan tematik ini.

Pihaknya siap berkoordinasi langsung dengan pemerintah kalurahan guna merampungkan berita acara dan kelengkapan dokumen yang menjadi landasan untuk proses perizinan lanjutan di DIY, sehingga pembangunan fasilitas dapat segera dimulai.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Heri Sulistio Hermawan turut memberikan apresiasi terhadap program tersebut yang mengusung sistem resirkulasi, di mana air dapat diolah kembali untuk pemakaian selanjutnya.

“Teknologi ini dinilai relevan dengan keterbatasan lahan dan sumber daya air di DIY,” tutur Heri.

Pandangan serupa disampaikan perwakilan Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Ernawati Kusumaningsih, yang menyambut baik kehadiran program ini karena dinilai mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.

“Peningkatan kesejahteraan perlu didorong melalui kesempatan berusaha yang memungkinkan warga memperoleh penghasilan,” tutupnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *