Daftar Isi
Kepolisian Finlandia resmi membuka penyelidikan pidana terhadap proyek pembangunan pusat data raksasa milik Google di wilayah utara Finlandia. Langkah hukum ini berfokus pada dugaan pelanggaran aturan lingkungan di lokasi pengerjaan yang berada di dekat kota Muhos.
Proyek pusat data tersebut merupakan bagian dari rencana investasi kecerdasan buatan (AI) senilai US$15 miliar atau sekitar Rp272 triliun yang diumumkan induk usaha Google, Alphabet. Komitmen besar tersebut sempat diklaim sebagai investasi terbesar perusahaan teknologi itu di kawasan Eropa.
Dugaan Pembabatan Hutan dan Pengeringan Lahan
Penyelidikan dipicu oleh indikasi bahwa Tuike Finland, anak perusahaan Google, telah melakukan pembabatan hutan serta pengeringan lahan di lokasi proyek. Kegiatan fisik tersebut disinyalir berlangsung sebelum dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diwajibkan oleh hukum Finlandia selesai diproses.
Menanggapi proses hukum tersebut, pihak Google menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, juru bicara Google menyampaikan bahwa perusahaan telah bermitra erat dengan pemerintah dan masyarakat Finlandia selama lebih dari satu dekade serta aktif merespons seluruh permintaan informasi dari pihak berwenang.
Fokus pada Tata Kelola Air
Inspektur Detektif Kepolisian Finlandia, Kari Pakanen, menjelaskan bahwa fokus utama penyidikan saat ini mengarah pada sistem tata kelola air di lokasi pembangunan. “Kami sedang menyelidiki apakah operasional perusahaan telah melanggar undang-undang perairan dan mengakibatkan kerusakan lingkungan,” ujar Pakanen kepada Reuters.
Pakanen menyebutkan bahwa anak perusahaan Google tersebut dapat dikenai sanksi denda korporasi apabila terbukti bersalah di pengadilan. Namun, kepolisian belum berspekulasi mengenai potensi penetapan tersangka terhadap individu atau eksekutif perusahaan.
Berdasarkan temuan awal, tim penyidik mendeteksi adanya kerancuan dan kelalaian signifikan pada sistem drainase pengelolaan air di area milik Tuike. Laporan perkembangan kasus dijadwalkan rilis pada Desember mendatang, sementara proses penyidikan diperkirakan dapat berjalan hingga 2027.
Penghentian Aktivitas dan Dampak Energi
Sebelumnya, Badan Pengawas Lingkungan Finlandia (LVV) telah melayangkan perintah penghentian sementara atas seluruh aktivitas fisik yang mengubah bentang alam di Muhos dan satu lokasi proyek lainnya. Pihak LVV belum dapat memastikan kapan izin keberlanjutan proyek bisa diterbitkan kembali.
Finlandia berkembang menjadi lokasi favorit investasi pusat data karena iklim dingin, pasokan listrik rendah karbon, serta dukungan pemerintah. Meskipun penerimaan publik relatif tinggi, operator jaringan listrik nasional Fingrid memperkirakan maraknya proyek pusat data AI akan mendongkrak konsumsi listrik nasional hingga 40 persen dalam beberapa tahun mendatang.
Investasi Google di Finlandia mencakup pembangunan pusat data untuk menyokong ekosistem digital seperti Gemini, Google Search, Maps, dan YouTube, hingga perbaikan jaringan listrik dan fasilitas energi bersih. Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo sebelumnya menyambut positif investasi tersebut untuk memacu ekonomi dan menepis kekhawatiran publik terkait potensi lonjakan tarif listrik bagi warga lokal.







