Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) memilih mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat yang berlangsung pada Rabu (28/10). Keputusan ini diambil meskipun tekanan inflasi masih menunjukkan tantangan dan sulit dikendalikan.
Keputusan Rapat FOMC
Berdasarkan laporan Finance – Detikcom, Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) menjaga suku bunga acuan tetap berada pada kisaran 3,75-4 persen, yang selaras dengan ekspektasi pasar. Angka tersebut tidak mengalami pergerakan sejak bank sentral menaikkannya sebesar 25 basis poin pada September lalu.
“Pengumpulan informasi lebih lanjut akan membantu Komite menentukan kebijakan yang tepat untuk memastikan inflasi kembali ke target 2 persen secara tepat waktu. Komite akan menjaga stabilitas harga,” tulis pernyataan resmi The Fed usai rapat yang dikutip dari CNBC, Kamis (29/10/2026).
Dalam pemungutan suara tersebut, tercatat dua dari 12 anggota FOMC yang memiliki hak suara melayangkan penolakan terhadap keputusan mempertahankan suku bunga. Kedua pejabat tersebut adalah Gubernur The Fed Lisa Cook dan Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, yang mendorong agar suku bunga dinaikkan sebesar 25 basis poin.
Dinamika Politik dan Kontroversi Internal
Di tengah keputusan tersebut, Lisa Cook tengah menghadapi kontroversi menyusul langkah Presiden AS Donald Trump yang berupaya mencopotnya dari posisi tersebut. Pencopotan itu dikaitkan dengan dugaan masalah informasi dalam pengajuan kredit pemilikan rumah di AS.
Mahkamah Agung AS sebelumnya sempat menahan upaya pemecatan oleh Trump, namun pemerintah tetap melanjutkan proses pencopotan tersebut. Rangkaian sidang terkait polemik ini dijadwalkan mulai bergulir pada awal November.
Selain polemik internal, bayangan pemilihan umum paruh waktu AS turut menyertai langkah bank sentral. Agenda pemungutan suara tingkat nasional yang dijadwalkan pada 3 November mendatang mempertaruhkan kendali penuh atas Kongres AS.
Para pejabat The Fed senantiasa memegang prinsip independensi politik dalam menjalankan fungsi bank sentral. Kendati demikian, sejumlah pengamat memperkirakan para pejabat cenderung menghindari kenaikan suku bunga tatkala pemilu sudah di depan mata.
Hubungan antara Trump dan bank sentral sendiri telah diwarnai perbedaan pandangan selama bertahun-tahun, di mana Trump telah menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed serta berulang kali menyatakan bahwa suku bunga acuan semestinya berada di posisi yang jauh lebih rendah.
Sumber: Finance - Detikcom





