Keuangan

OJK Sebut Fundamental Kuat, 74 Persen Emiten Cetak Laba

OJK Sebut Fundamental Kuat, 74 Persen Emiten Cetak Laba

Otoritas Jasa Keuangan memaparkan kondisi pasar modal Indonesia yang tengah bergejolak akibat hantaman sentimen MSCI dengan potensi penurunan status dari *emerging market* ke *standalone*. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan bahwa pertumbuhan industri pasar modal dalam negeri saat ini berada dalam kondisi yang cukup baik.

Kinerja Emiten dan Fundamental Ekonomi

Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab disapa Kiki menjelaskan bahwa kondisi tersebut terlihat dari kinerja emiten pada kuartal II 2026 yang membukukan pertumbuhan sangat baik. Pendapatan perusahaan tercatat mengalami kenaikan sebesar 15,9 persen, yang kemudian diikuti oleh pertumbuhan laba bersih. Berdasarkan data, dari total 962 emiten yang terdaftar di pasar modal Indonesia, sebanyak 74 persen berhasil membukukan laba. Menurutnya, data tersebut membuktikan bahwa fundamental ekonomi maupun fundamental perusahaan tercatat berada dalam kondisi sangat kuat, sekaligus menunjukkan kepada publik dan pelaku pasar bahwa tekanan di pasar saham tidak mencerminkan kinerja asli emiten.

Seperti dilaporkan CNBC Indonesia, Kiki menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (23/10/206).

Penguatan Integritas dan Penegakan Hukum Pasar Modal

Di tengah kontras antara kinerja emiten dan tekanan pasar, OJK menyatakan sedang memperkuat integritas pasar modal. Sejak Januari 2026, lembaga tersebut menjalankan reformasi integritas yang mencakup peningkatan transparansi, likuiditas, penegakan aturan atau *enforcement*, serta sinergi antarlembaga. Sebagai bagian dari langkah terbaru, OJK menjatuhkan sanksi senilai Rp1,5 triliun kepada pihak yang terlibat dalam perdagangan terkoordinasi atau *coordinated trading*, yang disebut sebagai salah satu sanksi terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Selain itu, OJK juga menengarai ada dua perusahaan lain yang melakukan praktik manipulasi pasar.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *