China sukses menghentikan dominasi Amerika Serikat untuk merebut medali emas nomor beregu putri dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik. Kemenangan dramatis ini dipastikan oleh pesenam Qiu Qiyuan melalui penampilan terakhir pada hari Rabu.
Penentuan Emas di Rotasi Terakhir
Qiu membutuhkan nilai melebihi 12,600 poin pada senam lantai (floor routine) penutup untuk mempersembahkan medali emas bagi negaranya. Ia berhasil memenuhi syarat tersebut dengan mengantongi 12,833 poin.
China, yang juga memimpin pada babak kualifikasi, mengumpulkan total 165,764 poin. Mereka unggul tipis 0,233 poin atas tim Amerika Serikat yang berada di posisi kedua.
Sementara itu, Jepang menyusul di tempat ketiga dengan selisih 1,468 poin di belakang Amerika Serikat untuk melengkapi podium. Posisi keempat ditempati oleh tim Prancis.
Kegagalan Beruntun Amerika Serikat
Kegagalan ini memutus rentetan gelar juara dunia beregu putri yang diraih Amerika Serikat secara beruntun sejak dikalahkan Rusia pada kejuaraan tahun 2010. Amerika Serikat kehilangan peluang emas akibat sejumlah kesalahan pada alat balok keseimbangan (balance beam) di Rotterdam.
Padahal, sang juara bertahan sempat memimpin cukup jauh pada paruh pertama kompetisi. Keunggulan tersebut didukung oleh penampilan apik pada meja lompat (vault) dan palang bertingkat (uneven bars) oleh Skye Blakely, satu-satunya pesenam dari skuad tahun 2023 yang kembali tampil.
Akan tetapi, pesenam berusia 18 tahun Caylor Dulcy mengalami kesalahan keseimbangan pada alat balok dan hanya meraih 12,333 poin. Kondisi ini membuat perolehan nilai tim Amerika Serikat tertinggal lebih dari empat poin dari pesaing mereka pada alat tersebut.
Zhang Qingying, yang memuncaki kualifikasi balok keseimbangan, menghukum kesalahan lawan lewat penampilan gemilang yang mendulang 15,066 poin. Meski sempat mendapat tekanan berat pada sesi senam lantai, Qiu mampu mengendalikan ketenangan untuk mengamankan gelar juara dunia beregu putri pertama bagi China sejak tahun 2006.
Rangkaian kejuaraan di Belanda ini berlanjut pada hari Kamis dengan agenda nomor serba bisa perorangan putra. Pesenam Jepang Daiki Hashimoto dijadwalkan mempertahankan gelar juaranya di tengah persaingan ketat dari rekan senegaranya sekaligus juara Olimpiade, Shinnosuke Oka, sehari setelah Jepang merebut gelar juara beregu putra.


