Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan memasuki tahun kedua setelah dilantik pada Minggu (20/10/2024) di Gedung DPR/MPR RI. Sejak pidato perdananya, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjalankan amanah demi kesejahteraan rakyat dengan mengutamakan kepentingan seluruh masyarakat Indonesia.
Fokus Penguatan Koperasi dan UMKM di Daerah
Pemerintah menilai koperasi merupakan salah satu instrumen penting untuk mengangkat masyarakat dari kemiskinan dan ketidakberdayaan, sehingga koperasi harus diperkuat dan dibangkitkan. Selain koperasi, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi perhatian besar karena dinilai mampu menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan aktivitas ekonomi daerah. Pemerintah berpandangan bahwa usaha kecil dan menengah perlu diperkuat agar desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, sehingga aktivitas ekonomi tidak lagi berpusat di segelintir wilayah melainkan menjadikan desa sebagai pusat produksi, distribusi, dan penciptaan nilai tambah.
Dampak Nyata Program Kampung Nelayan Merah Putih
Salah satu langkah nyata penguatan ekonomi daerah diwujudkan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang dampaknya sudah dirasakan di Desa Tongke-tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Sinjai sekaligus pengelola Unit Pengolahan Ikan KNMP Tongke-tongke, Emil Salim, menyampaikan bahwa harga jual ikan tuna mengalami kenaikan dari sebelumnya berkisar Rp30.000 per kilogram kini mencapai Rp45.000 per kilogram dalam rentang waktu empat hingga lima bulan.
Pemilik kapal di KNMP Tongke-Tongke, Hairul Mukmin, menyatakan pendapatan nelayan meningkat sekitar 40 hingga 50 persen karena rantai perdagangan ikan yang sebelumnya panjang kini telah dipangkas. Nelayan tidak perlu lagi menjual hasil tangkapan melalui agen, pengepul, atau tengkulak, melainkan dapat langsung menyalurkannya ke KNMP dengan harga perusahaan.
Sebelum adanya KNMP, Emil Salim menjelaskan bahwa hasil tangkapan nelayan harus dibawa terlebih dahulu ke Makassar dengan perjalanan sekitar empat hingga lima jam untuk diolah. Kini, hasil tangkapan nelayan dapat langsung masuk ke Unit Pengolahan Ikan di kawasan KNMP Tongke-Tongke untuk ditangani, diolah, dan dikirim sesuai pesanan pasar.
Berdasarkan catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan, KNMP Tongke-Tongke telah melaksanakan pengiriman tuna ke luar daerah sebanyak enam kali dengan total sekitar 65 ton serta nilai mencapai Rp2,55 miliar. Salah satu destinasi utama pengiriman adalah Jakarta, di mana pada Juli 2026 KNMP Tongke-Tongke melepas pengiriman tuna menggunakan kontainer melalui jalur Makassar-Jakarta yang menjadi distribusi domestik keempat dari wilayah tersebut.



