Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Perluas Revitalisasi Sekolah

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Perluas Revitalisasi Sekolah

Pemerintah terus memperluas program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kedua program ini ditujukan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan sekaligus mendukung proses belajar mengajar yang lebih interaktif.

Capaian dan Target Revitalisasi Sekolah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan revitalisasi sekolah dan digitalisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Pada 2025, program revitalisasi menjangkau 16.167 satuan pendidikan, melampaui target awal sebanyak 10.440 satuan pendidikan. Program tersebut memberikan manfaat kepada lebih dari 4,2 juta peserta didik di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Perbaikan sarana dan prasarana sekolah diharapkan membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih aman dan nyaman. Program ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta tenaga kerja setempat sehingga turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah melanjutkan program tersebut pada 2026 dengan sasaran yang lebih besar, yakni 51.744 satuan pendidikan. Jumlah itu terdiri atas 11.744 satuan pendidikan dalam pagu awal dan tambahan 40 ribu satuan pendidikan yang disalurkan dalam dua tahap.

Prioritas diberikan kepada sekolah yang membutuhkan perbaikan, terutama satuan pendidikan dengan kerusakan berat, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta sekolah terdampak bencana.

Program revitalisasi pada 2026 ditargetkan memberikan manfaat bagi 8.453.369 siswa yang tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan 6.481 kecamatan. Hingga 28 September 2026, bantuan telah disalurkan kepada 38.586 satuan pendidikan.

Digitalisasi Pembelajaran dan Pemanfaatan Teknologi

Selain memperbaiki fasilitas sekolah, pemerintah memperluas pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam laporan perkembangan program pada September 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyebut sekitar 289 ribu satuan pendidikan telah menerima perangkat digitalisasi pembelajaran sejak 2025.

Perangkat yang disalurkan meliputi Papan Interaktif Digital atau interactive flat panel, laptop, dan perangkat penyimpanan eksternal.

Penggunaan Papan Interaktif Digital diharapkan membantu guru menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik sekaligus mendorong siswa terlibat aktif selama pembelajaran.

Meski begitu, penyediaan perangkat digital perlu dibarengi dengan dukungan listrik, akses internet, dan peningkatan kemampuan guru agar perangkat yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal.

Revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran menjadi dua upaya yang saling melengkapi untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas, termasuk bagi siswa di daerah dengan keterbatasan infrastruktur.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *