Tencent dan Visa memperluas kerja sama dalam pembayaran lintas batas serta perdagangan berbasis kecerdasan buatan, seperti diumumkan kedua perusahaan pada Kamis, untuk memperkuat penetrasi mereka di pasar pembayaran China.
Perluasan Kerja Sama Pembayaran Lintas Batas
Berdasarkan nota kesepahaman yang disepakati, Tencent dan Visa akan mengkaji berbagai cara untuk mempermudah transaksi bagi para pelancong yang masuk maupun keluar dari China, sekaligus memperluas kemitraan pengiriman uang lintas batas mereka. Kedua belah pihak berencana mengembangkan solusi pembayaran yang memungkinkan pelancong bertransaksi pada pedagang yang berpartisipasi melalui jaringan Weixin Pay dan Visa, dengan tetap mematuhi ketentuan regulasi yang berlaku.
Kerja sama tersebut juga mencakup perluasan kolaborasi lewat layanan transfer dana Visa Direct, yang bertujuan mempermudah pengguna luar negeri dalam mengirimkan dana ke ekosistem Weixin Pay. Selain itu, kemitraan ini menjangkau sektor perdagangan agen atau agentic commerce, yakni bentuk belanja daring baru di mana agen kecerdasan buatan membantu konsumen mencari, memilih, serta membeli produk atau layanan.
Dowson Tong selaku wakil presiden eksekutif senior Tencent sekaligus kepala eksekutif Cloud and Smart Industries Group menyatakan bahwa kemitraan tersebut akan menggabungkan kapasitas kecerdasan buatan milik Tencent dengan jaringan global Visa guna menyempurnakan pembayaran lintas batas.
“Kami berharap dapat menciptakan lebih banyak pengalaman perdagangan yang lancar bagi konsumen dan peluang baru bagi bisnis, baik di China maupun secara internasional,” ujar Dowson.
Dukungan Regulasi dan Hubungan Bilateral
Kesepakatan ini menyusul izin regulasi baru bagi perusahaan keuangan asal Amerika Serikat di China, di mana Visa dan Citi memperoleh lampu hijau bulan ini untuk memperluas operasional mereka di ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Bank Rakyat China memberikan persetujuan kepada Visa awal bulan ini untuk memulai persiapan bisnis kliring kartu bank domestik, yang mendekatkan langkah perusahaan tersebut ke pasar pembayaran domestik China setelah beroperasi lebih dari empat dekade di negara itu.
Visa dan Tencent sendiri telah menjalin kerja sama setidaknya sejak 2019, ketika perusahaan pembayaran asal Amerika Serikat tersebut mengumumkan rencana yang memungkinkan pemegang kartu Visa internasional melakukan pembayaran lewat WeChat Pay di China. Tencent juga telah memperluas kerja sama dengan perusahaan pembayaran global lainnya, seperti Mastercard yang berkolaborasi dengan platform pembayaran internasional Tencent, Midas, pada Desember tahun lalu untuk mengintegrasikan teknologi keamanan dan pembayaran.
Sementara itu, Citi mengumumkan pada pekan lalu bahwa mereka mengantongi izin dari Komisi Regulasi Sekuritas China untuk mendirikan perusahaan sekuritas yang sepenuhnya dimiliki di China. Usaha patokan yang berbasis di Shanghai tersebut, yakni Citigroup Securities (China), akan menyediakan berbagai layanan termasuk pialang ekuitas, penjamin emisi sekuritas, riset, serta perdagangan prinsipal bagi klien domestik maupun internasional, dengan syarat menyelesaikan prosedur regulasi lanjutan sebelum beroperasi.
Pemberian izin ini terjadi di tengah langkah Beijing yang terus membuka sektor keuangannya bagi perusahaan asing. US Top News and Analysis melaporkan bahwa para pejabat Amerika Serikat sebelumnya mendesak Beijing terkait akses pasar bagi Mastercard, Visa, dan Citigroup dalam pertemuan bilateral di Bangkok, menurut keterangan seorang pejabat Departemen Keuangan Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa persetujuan regulasi tersebut merupakan bagian dari kesepakatan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan mereka di Washington bulan lalu.
Sumber: US Top News and Analysis






