Dunia

Serangan Drone Rusia Tewaskan 13 Orang di Stasiun Ukraina

Serangan Drone Rusia Tewaskan 13 Orang di Stasiun Ukraina
Daftar Isi
  1. Korban Jiwa dan Kerusakan di Ukraina
  2. Gempuran Drone di Moskow dan Wilayah Rusia
  3. Persiapan Perundingan Damai dan Gencatan Senjata

Setidaknya 13 orang tewas akibat serangan drone Rusia yang menghantam peron sibuk di stasiun kereta utama Kota Dnipro, Ukraina. Perusahaan kereta api nasional Ukrzaliznytsia menyatakan pada Kamis bahwa drone bertenaga jet tersebut menghantam peron tempat kereta bersiap berangkat menuju Kota Zaporizhzhia.

Korban Jiwa dan Kerusakan di Ukraina

Gubernur Regional Oleksandr Hanzha menyampaikan melalui Telegram bahwa sedikitnya lima orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Di wilayah lain, Rusia meluncurkan serangan ke Kota Kharkiv yang merusak sebuah lembaga pendidikan, menurut keterangan Wali Kota Ihor Terekhov di Telegram.

Otoritas Ukraina juga melaporkan serangan malam hari di berbagai wilayah, termasuk gempuran di kawasan Rivne yang menyebabkan seorang pria meninggal dunia. Sementara itu, kantor berita Rusia mengutip keterangan kementerian pertahanan yang menyatakan bahwa Moskow menghantam sebuah kapal kargo di Laut Hitam yang digunakan untuk kepentingan militer Ukraina.

Gempuran Drone di Moskow dan Wilayah Rusia

Di sisi lain, seperti dilaporkan kantor berita resmi Rusia TASS berdasarkan data pertahanan udara, Rusia berhasil menjatuhkan sebagian besar dari 613 drone yang diluncurkan ke arah Moskow dalam serangan besar-besaran semalam. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengungkapkan di Telegram bahwa pasukan pertahanan udara menghancurkan 231 kendaraan udara nirawak saat mendekati kota, sementara sisanya dinetralkan pada jarak jauh antara Rabu malam dan Kamis pagi.

Pihak Kremlin mengecam rangkaian serangan ke Moskow tersebut karena ibu kota sedang menjadi tuan rumah bagi lebih dari 22 pemimpin Afrika dalam sebuah KTT. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut tindakan Kyiv yang menargetkan Moskow pada masa tersebut sebagai situasi yang sangat ganjil.

Kementerian Pertahanan Rusia juga menyatakan bahwa mereka mencegat dan menghancurkan 1.214 drone Ukraina di berbagai wilayah Rusia sepanjang malam. Serangan puing-puing drone yang jatuh turut menimbulkan kerusakan ringan pada area fasilitas industri di Sterlitamak, kota terbesar kedua di wilayah Bashkortostan, Rusia, seperti disampaikan Wali Kota Emil Shaimardanov di Telegram yang memastikan pabrik tersebut tetap beroperasi normal setelah delapan drone berhasil dijatuhkan.

Persiapan Perundingan Damai dan Gencatan Senjata

Eskalasi serangan udara ini terjadi saat Moskow dan Kyiv bersiap melanjutkan perundingan damai yang dijadwalkan berlangsung bulan depan dengan mediasi Amerika Serikat. Di tengah situasi tersebut, delegasi Ukraina telah bertolak menuju Kota Oleshky yang dikuasai Rusia untuk menjalankan gencatan senjata lokal demi menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga yang masih bertahan.

Kremlin menyatakan harapan agar bantuan kemanusiaan dapat tiba di Oleshky pada Kamis atau Jumat serta memastikan warga yang ingin meninggalkan kota tersebut diizinkan keluar, seperti dilansir kantor berita Rusia Interfax. Hingga saat ini, baik Ukraina maupun Rusia belum melaporkan adanya pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata enam hari yang mulai berlaku pada Selasa dini hari.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *