Food

Racik Kopi Bersama Coconut Milk, Juri: Harus Cari Jodohnya

Racik Kopi Bersama Coconut Milk, Juri: Harus Cari Jodohnya

Tren penggunaan bahan nabati berupa coconut milk dalam industri kopi kini semakin digemari oleh para penikmat maupun pelaku usaha kuliner di Tanah Air. Fenomena tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam gelaran Ellenka Barista Festival (ELBAF) 2026 yang diselenggarakan di Atrium Puri Indah Mall, Jakarta Barat.

Potensi Kelapa Lokal dan Kebutuhan Pasar

Pihak penyelenggara menyatakan bahwa penggunaan coconut milk didasari oleh potensi besar Indonesia sebagai salah satu negara produsen kelapa terbesar di dunia. Produk cair tersebut dihadirkan untuk memberikan kemudahan sekaligus memenuhi tingginya permintaan pasar terhadap produk berbahan dasar nabati.

Sales & Horeca Senior Manager Ellenka Professional, Oktavianus Indrawan menyampaikan bahwa produk tersebut merupakan cairan pertama dari lini mereka. Menurutnya, lini bisnis utama mereka berawal dari industri bubuk dan mulai merambah sektor layanan makanan sejak empat hingga lima tahun lalu hingga mendapat kepercayaan dari banyak kedai kopi dan kafe.

Indrawan menambahkan, selain didorong oleh faktor kepraktisan dan tren pasar yang mengarah ke susu nabati, pemanfaatan buah kelapa lokal menjadi upaya optimalisasi bahan baku di dalam negeri. Karakter rasa gurih dari produk tersebut dinilai sangat nyaman di mulut serta aman dikonsumsi oleh masyarakat yang mengalami intoleransi laktosa.

Tantangan Perpaduan Kopi dan Coconut Milk

Dalam aspek penilaian kompetisi, para juri mengungkapkan bahwa kombinasi antara coconut milk dan biji kopi memerlukan keahlian khusus dari para peracik kopi. Ketepatan dalam memilih biji kopi serta penyesuaian takaran menjadi faktor penentu agar cita rasa akhir yang tercipta tetap seimbang.

Kepala Juri Ellenka Barista Festival 2026, Hendri Kurniawan mengatakan kepada detikcom, “Jadi kayak kayak jodoh-jodohan lah, gitu. Harus cari jodohnya yang pas, ya. Kopi ya untuk balance sama si kelapa, sebenarnya semua kopi bisa kok, cuma tinggal nyari rasio yang pasnya aja, sih.”

Hendri menerangkan bahwa para barista dituntut untuk memahami karakter rasa secara mendalam, mulai dari profil sangrai hingga catatan rasa dari biji kopi yang dipakai. Melalui kompetisi ini, para peserta diharapkan mampu menciptakan inovasi menu berbasis coconut milk yang tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga berpotensi menjadi produk andalan di pasaran.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *