Persib Bandung kembali memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan dan memasuki mode bahaya setelah melewati pekan keenam kompetisi liga. Maung Bandung kini menempati peringkat keempat klasemen sementara dengan perolehan 16 poin dari delapan pertandingan.
Kebangkitan Persib dan Tren Kemenangan Beruntun
Catatan tersebut membuat posisi Persib hanya berselisih dua angka saja dari sang rival abadi, Persija Jakarta, yang berada di atasnya. Situasi ini dinilai mirip dengan perjalanan musim sebelumnya ketika tim kebanggaan Bobotoh tersebut sempat tercecer di peringkat ketujuh sebelum merangsek naik ke posisi kelima pada pekan kedelapan.
Di bawah arahan pelatih Igor Tolic, mentalitas juara skuad Maung Bandung mulai terpancar meski harus menghadapi kalender pertandingan yang padat. Sempat mengawali musim dengan hasil kurang memuaskan usai takluk dari Persija, ditahan imbang Dewa United, dan kalah dari Madura United, Persib perlahan mampu menemukan konsistensi permainannya.
Kebangkitan tersebut dibuktikan dengan torehan tiga kemenangan secara beruntun masing-masing saat menghadapi Garudayaksa, Melbourne Victory, dan Isen Mulang FC. Rangkaian hasil positif ini menandai kali pertama Persib mampu mencatatkan tiga kemenangan berturut-turut sepanjang musim 2026/2027.
Ancaman bagi Persija di Puncak Klasemen
Tren positif yang ditunjukkan Persib menjadi sinyal bahaya tersendiri bagi Persija Jakarta. Apabila kembali menelan kekalahan pada pertandingan-pertandingan berikutnya, posisi skuad asuhan Shin Tae Yong di pucuk pimpinan klasemen terancam tergusur.
Performa Rizky Ridho dan rekan-rekan setimnya saat ini memang tengah mendapat sorotan tajam. Setelah sempat takluk dari Persita Tangerang, ketangguhan mental Macan Kemayoran tampak menurun hingga kembali harus mengakui keunggulan Dewa United.
Ujian berat menanti Persija karena tiga lawan berikutnya yang harus dihadapi bukanlah tim sembarangan, yakni Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Garudayaksa. Potensi kehilangan poin kembali terbuka lebar bagi tim ibu kota tersebut.
Tekanan kini sepenuhnya berada di pundak para pemain Persija yang sempat tampil meyakinkan pada awal musim kompetisi. Beban tersebut semakin bertambah karena Persija dipastikan tidak bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno hingga bulan April 2027 akibat proses renovasi, ditambah kondisi rumput Jakarta International Stadium yang dinilai kurang representatif.







