Pihak MotoGP menyatakan kekecewaannya atas keputusan Yamaha yang memilih untuk memboikot Grand Prix Qatar 2026. Langkah tersebut diambil oleh Yamaha usai perhelatan MotoGP Malaysia 2026 pada Minggu (1/10).
Respons MotoGP Terhadap Keputusan Yamaha
Keputusan Yamaha untuk menarik diri dari seri Qatar muncul meskipun pihak penyelenggara telah memastikan bahwa perlombaan akhir pekan tersebut akan tetap berjalan. Sebelumnya, sebanyak 19 pembalap sempat mempertanyakan aspek keamanan dan keselamatan menyusul situasi geopolitik yang tengah bergejolak di kawasan Asia barat.
Namun, Yamaha memilih mengabaikan penegasan tersebut dengan menerbitkan pernyataan resmi bahwa mereka tidak akan mengirimkan tim ke Qatar. Hingga kini, masih belum ada kejelasan apakah keputusan boikot itu juga berdampak pada tim Pramac.
Seperti dilaporkan CNN Indonesia, pihak MotoGP langsung mengeluarkan tanggapan resmi dan menyayangkan langkah yang diambil oleh pabrikan asal Jepang tersebut. Penyelenggara menilai Yamaha tunduk pada kebijakan internal perusahaan, namun keputusan itu dinilai tidak sejalan dengan jaminan keamanan yang telah diberikan kepada seluruh pemangku kepentingan.
“MotoGP kecewa dengan keputusan Yamaha untuk tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Qatar. Meskipun kami menyadari bahwa tim tersebut tunduk pada kebijakan perusahaan,” tulis pernyataan resmi MotoGP yang dikutip dari Crash.
“Kami tidak percaya bahwa keputusan ini mencerminkan jaminan luas yang diberikan kepada semua pemangku kepentingan kejuaraan,” lanjut pernyataan tersebut.
Jaminan Keamanan dan Konsekuensi Olahraga
Dalam pernyataan resminya, MotoGP menegaskan bahwa otoritas Qatar telah menjamin tingkat pengamanan yang maksimal di Sirkuit Lusail. Penilaian risiko di sirkuit tersebut juga terus dipantau secara berkala dan menunjukkan indikasi aman tanpa ada sinyal bahaya.
Di sisi lain, MotoGP menyampaikan apresiasi kepada pabrikan serta tim lain yang telah memastikan diri untuk tetap berkompetisi. “Kepada semua pabrikan dan tim, kami menyambut baik konfirmasi dari seluruh tim bahwa mereka akan berkompetisi di Qatar, dan kami berterima kasih atas komitmen tersebut,” tulis MotoGP.
Sebagai penutup, pihak penyelenggara memperingatkan bahwa langkah sepihak yang diambil oleh Yamaha tidak akan lepas dari sanksi. Kendati demikian, belum diungkapkan secara rinci bentuk sanksi apa yang akan dijatuhkan.
“Ketidakikutsertaan Yamaha juga membawa implikasi olahraga, dengan konsekuensi olahraga apa pun yang akan dikelola oleh FIM sesuai dengan peraturan Kejuaraan,” tulis MotoGP.






