Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon merilis seri dokumen ketujuh yang memuat catatan, gambar, serta video mengenai benda asing terbang tak teridentifikasi (UFO) kepada publik pada Jumat (23/10) waktu setempat. Berkas-berkas yang telah dideklasifikasi tersebut dapat diakses masyarakat melalui laman WAR.GOV/UFO.
Rilis Berkas Fenomena Anomali
Asisten Menteri Perang AS untuk Urusan Publik sekaligus Juru Bicara Utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa pihaknya bakal terus membuka berkas tambahan terkait fenomena anomali tak dikenal (UAP) secara bertahap. Dokumen historis ini diterbitkan sebagai bagian dari program Sistem Pembukaan Segel dan Pelaporan Presiden untuk Pertemuan UAP (PURSUE), seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Rilisan ketujuh yang dibuka pekan ini mencakup laporan tentang objek berbentuk segitiga hitam misterius yang disaksikan oleh tiga agen federal di sekitar fasilitas AS yang aman. Berdasarkan salah satu berkas, objek tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi sementara jejak panasnya gagal terdeteksi oleh perangkat termal milik para agen.
Laporan Aktivitas Paranormal hingga Penampakan Masa Lalu
Kumpulan dokumen tersebut juga memuat laporan terdeklasifikasi mengenai dugaan aktivitas paranormal di Skinwalker Ranch, Utah. Selain itu, terdapat catatan historis penampakan UFO yang terjadi sepanjang rentang tahun 1940 hingga 1950-an, serta dokumen yang menjelaskan koordinasi antara NASA dan Pentagon dalam menangani dugaan pecahan kendaraan luar angkasa.
Pembukaan dokumen terbaru ini merupakan kelanjutan dari enam rilis sebelumnya yang dilakukan usai Presiden AS Donald Trump meneken perintah eksekutif agar pemerintah menyediakan catatan UFO bagi publik. Pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Trump mengawali rilis sejumlah berkas dan video UAP pada 8 Mei 2026 melalui program PURSUE.
Pemerintahan Trump secara berkala meluncurkan dokumen-dokumen yang belum pernah terlihat sebelumnya guna meningkatkan transparansi pengetahuan pemerintah terkait fenomena ekstraterestrial. Pihak Gedung Putih sebelumnya juga mengkritik pemerintahan era Joe Biden yang dinilai berupaya menghalangi warga Amerika mengetahui fenomena tersebut.





