Daftar Isi
Lembaga pemeringkat Moody memutuskan untuk mempertahankan peringkat kredit Prancis di tengah pekan yang diwarnai oleh kerusuhan sipil dan peningkatan risiko politik. Meski mempertahankan peringkat tersebut, mereka tetap menetapkan prospek negatif bagi negara tersebut.
Peringkat Kredit dan Prospek Negatif
Moody mempertahankan peringkat kredit Prancis pada level Aa3 yang masih dianggap sebagai kategori bermutu tinggi oleh lembaga tersebut. Namun, lembaga itu mempertahankan pandangan negatif terhadap negara di kawasan Eropa tersebut karena kondisi politik yang terjadi.
Menurut Moody, prospek negatif tersebut mencerminkan peningkatan risiko bahwa fragmentasi lanskap politik Prancis akan terus mengganggu fungsi lembaga legislatif negara. Lembaga tersebut menyampaikan dalam laporannya bahwa mereka dapat mengembalikan prospek Prancis menjadi stabil apabila institusi negara mampu memperkecil defisit anggaran.
Tantangan Fiskal dan Gejolak Pasar
Keputusan peringkat dari Moody ini sangat dinantikan oleh para investor di tengah situasi Prancis sebagai ekonomi terbesar kedua di zona euro yang menghadapi gelombang protes serta lonjakan tajam pada imbal hasil obligasi. Ketidakstabilan politik yang terlihat melalui ketegangan sosial saat ini berisiko menghambat kemampuan pemerintah Prancis dalam mengatasi berbagai tantangan kebijakan utama.
Tantangan tersebut mencakup defisit fiskal yang tinggi, beban utang yang terus meningkat, serta kenaikan biaya pinjaman yang tahan lama sehingga memicu pelemahan metrik kredit utama negara secara lebih cepat dari perkiraan saat ini. Pekan ini, imbal hasil obligasi 10 tahun milik Prancis melampaui 5 persen untuk pertama kalinya sejak tahun 2002, sementara selisih terhadap obligasi Jerman berada di posisi tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
Kondisi Utang dan Aksi Protes
Rasio defisit terhadap produk domestik bruto Prancis saat ini berada di kisaran 5,5 persen, jauh melampaui batas 3 persen yang ditetapkan bagi negara-negara anggota Uni Eropa. Negara tersebut juga menghadapi beban utang senilai lebih dari satu triliun dolar Amerika Serikat yang akan jatuh tempo pada tahun 2030, menyusul peringatan dari kementerian keuangan sebulan lalu bahwa rasio utang terhadap PDB diproyeksikan mencapai 121,7 persen pada tahun 2027.
Bersamaan dengan masalah fiskal, Prancis diguncang oleh aksi unjuk rasa di mana akhir pekan lalu lebih dari 500.000 orang turun ke jalan untuk menyuarakan kekecewaan terhadap penurunan kualitas layanan publik serta tingginya biaya hidup. Sebelum keputusan Moody ini, lembaga pemeringkat S&P Global dan Fitch telah lebih dulu memangkas peringkat Prancis pada tahun 2025.
Sumber: US Top News and Analysis





