Program Namu Balai Kota memberikan pengalaman baru bagi sejumlah warga yang berkesempatan melihat langsung berbagai fasilitas di kantor Gubernur DKI Jakarta, termasuk ruang Jakarta Smart City (JSC). Sejumlah pengunjung mengaku baru mengetahui fasilitas pemantauan berbasis teknologi tersebut dan tertarik mengunduh aplikasi Jakarta Kini (JAKI) setelah melihat layanannya secara langsung pada Sabtu (31/10/2026).
Kagum dengan Platform Pemantauan Kota
Salah satu pengunjung bernama Mary (40) mengungkapkan kekagumannya usai melihat langsung fasilitas Jakarta Smart City dalam kegiatan Namu Balai Kota. Menurut Mary, platform tersebut sangat membantu masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi sekaligus menyampaikan laporan mengenai permasalahan di Ibu Kota.
Mary menjelaskan bahwa dirinya merasa senang bisa melihat bagian dalam dan ruang rapat di fasilitas tersebut. “Ada Jakarta Smart City yang selama ini kita nggak pernah tahu ternyata kita punya platform yang begitu cerdas sehingga kita bisa laporan, kita bisa tahu segala berita dan juga informasi apa pun mengenai Jakarta, semua ada di situ. Luar biasa Jakarta Smart City,” kata Mary seperti dilaporkan detikcom.
Mary menilai keberadaan fasilitas tersebut perlu disosialisasikan secara lebih luas agar fungsi serta layanan yang tersedia semakin dikenal warga. Salah satu fitur yang menarik perhatiannya adalah pemanfaatan kamera pengawas atau CCTV yang dapat diakses untuk membantu pemantauan kondisi di berbagai wilayah Jakarta.
Manfaat Penggunaan Aplikasi JAKI
Menurut Mary, fasilitas pemantauan tersebut dapat diandalkan oleh masyarakat yang mengalami musibah seperti kehilangan barang. “Misalnya kita kehilangan handphone, sebenarnya bisa kan? Karena kita tahu CCTV-nya. Selama ini kita nggak tahu, ah, pasrah udahlah, hilanglah,” ujarnya.
Pandangan senada disampaikan oleh Novi (40) yang menyatakan bahwa masyarakat perlu memahami cara memanfaatkan fasilitas Pemprov DKI Jakarta ketika menghadapi situasi kehilangan barang di ruang publik. Novi mencontohkan kasus kehilangan kendaraan bermotor maupun telepon seluler yang sering terjadi di kawasan pusat kota seperti Bundaran HI.
Novi menuturkan bahwa warga yang mengalami kejadian serupa kini bisa mengetahui langkah awal yang harus diambil. “Kayak hilang motor, kehilangan handphone. Karena beberapa kali hilang tuh daerah Bundaran HI gitu-gitu kan. Karena kita nggak tahu kalau seandainya dikasih tahu coba di Jakarta Smart City kan bisa laporan dulu,” tuturnya.
Setelah mengetahui beragam layanan yang tersedia, Mary mengaku berminat mengunduh aplikasi JAKI dan berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan platform tersebut. “Setelah ini kita harus download JAKI, itu semuanya ada di situ. Mantap pokoknya,” ucap dia.
Melalui kegiatan Namu Balai Kota, masyarakat diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja pemerintahan DKI Jakarta serta melihat langsung berbagai ruangan dan fasilitas yang mendukung aktivitas pelayanan publik di Ibu Kota.
Sumber: News - Detikcom







