Food

Eks Pegawai Keuangan Jadi Juara 2 Dunia Barista 2026

Eks Pegawai Keuangan Jadi Juara 2 Dunia Barista 2026
Daftar Isi
  1. Mencetak Sejarah Baru bagi Malaysia
  2. Beralih dari Karier Korporat ke Industri Kopi
  3. Presentasi Topik Kelembapan

Tan Shing Win, seorang mantan karyawan keuangan, berhasil meraih posisi kedua dalam ajang World Barista Championship (WBC) 2026 yang diselenggarakan di Panama pada 22-25 Oktober 2026. Seperti dilaporkan Weird Kaya, prestasi gemilang ini menjadikannya barista asal Malaysia pertama yang sukses menempati jajaran dua besar di tingkat dunia.

Mencetak Sejarah Baru bagi Malaysia

Capaian tersebut mencatatkan sejarah baru bagi industri kopi Malaysia mengingat belum pernah ada wakil dari negara tersebut yang menduduki posisi dua besar sebelumnya. Rekor terbaik Malaysia terdahulu ditorehkan oleh Jason Loo yang menduduki peringkat keempat pada tahun 2025.

Dalam kompetisi tingkat internasional itu, gelar juara pertama disabet oleh Pan Wei asal China, sementara posisi ketiga diraih oleh Frederick Ruben dari Uni Emirat Arab. Perhelatan WBC 2026 ini merupakan keikutsertaan perdana Tan dalam ajang perlombaan barista yang sangat bergengsi tersebut.

Beralih dari Karier Korporat ke Industri Kopi

Sebelum berkecimpung di dunia kopi, Tan menempuh pendidikan di bidang keuangan dan ekonomi. Selepas merampungkan masa magangnya, ia sempat meniti jalur karier di kantor korporat sebelum akhirnya memilih keluar demi mendalami dunia kopi specialty.

Pilihan tersebut mengawali perjalanan selama enam tahun di industri kopi, di mana ia tidak sekadar mengasah keahlian menyeduh, tetapi juga mendalami pengadaan biji kopi hijau, menjalin kerja sama dengan para petani, serta membangun bisnis kopi.

Tan tercatat memiliki afiliasi dengan One Half Roastery yang berlokasi di Petaling Jaya serta perusahaan perdagangan biji kopi hijau bernama Tri-Up Coffee SEA. Kerja kerasnya membuahkan hasil setelah ia keluar sebagai pemenang Malaysia Barista Championship 2025 dan berhak mewakili negaranya di panggung global.

Presentasi Topik Kelembapan

Pada ajang WBC 2026, Tan membawakan materi presentasi selama lima belas menit dengan fokus utama membahas masalah kelembapan. Ia menguraikan pengaruh faktor tersebut terhadap profil rasa kopi, mulai dari tahapan pengolahan biji di perkebunan sampai proses penyeduhan akhir.

Guna mendukung presentasinya, Tan memilih biji kopi varietas Geisha asal Panama yang melalui proses pencucian atau washed. Ia mendemonstrasikan cara pengendalian kelembapan mampu memengaruhi karakteristik rasa sekaligus menjaga konsistensi mutu kopi.

Selepas kompetisi usai, Tan menyampaikan bahwa dirinya merasakan luapan emosi yang bercampur aduk antara kebahagiaan dan kebanggaan atas pencapaiannya, meski ia menyadari masih ada peluang terbuka untuk merebut peringkat pertama.

Ia turut menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran pelatih, mentor, serta tim yang telah mendampingi persiapannya. Keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan bahwa keputusannya meninggalkan dunia keuangan demi menekuni dunia kopi telah mengantarkannya meraih prestasi tingkat dunia.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *