Food

Fakta Menarik Kontroversi Pizza Nanas di Berbagai Negara

Fakta Menarik Kontroversi Pizza Nanas di Berbagai Negara
Daftar Isi
  1. Kepopuleran Hawaiian Pizza
  2. Dianggap Penistaan Kuliner Italia
  3. Penolakan dari Chef Gordon Ramsay
  4. Pernyataan Presiden Islandia
  5. Kasus Pemecatan Chef di Australia

Menu pizza dengan topping nanas sejak lama menjadi perdebatan di kalangan pencinta kuliner global. Perpaduan rasa manis buah nanas dengan keju dan saus tomat memicu kontroversi yang melibatkan chef ternama hingga seorang kepala negara.

Kepopuleran Hawaiian Pizza

Meskipun sering diperdebatkan, varian pizza dengan topping nanas yang dikenal sebagai Hawaiian Pizza ini cukup populer. Nanas pernah menduduki posisi kesembilan dalam daftar sepuluh topping pizza paling diminati di Amerika Serikat dan Kanada, mengungguli bayam berdasarkan analisis pemesanan ribuan restoran.

Dianggap Penistaan Kuliner Italia

Banyak warga Italia memandang pizza nanas sebagai bentuk penistaan terhadap makanan tradisional mereka karena merusak cita rasa asli. Varian tersebut pertama kali diciptakan oleh Sam Panopoulos, seorang pria asal Yunani yang menetap di Kanada pada tahun 1962. Ketegangan sempat memanas menjelang final Euro 2020 ketika warga Inggris ramai memesan pizza nanas untuk menonton pertandingan melawan Italia.

Penolakan dari Chef Gordon Ramsay

Chef selebriti Gordon Ramsay secara terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya terhadap topping nanas. Pandangan tersebut ia sampaikan ketika tampil dalam acara televisi The Nightly Show pada tahun 2017 saat memesan puluhan porsi pizza pepperoni dan margherita.

Pernyataan Presiden Islandia

Kontroversi ini bahkan sempat menarik perhatian dunia ketika mantan Presiden Islandia, Guðni Th. Jóhannesson, menyatakan keinginannya melarang penggunaan nanas pada pizza pada tahun 2017. Meski mengaku menyukai nanas di luar menu pizza, ia menyadari bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan penuh untuk menghentikan orang-orang memilih topping tersebut.

Kasus Pemecatan Chef di Australia

Kasus terbaru melibatkan seorang chef asal Italia bernama Davide Tamburella yang bekerja di restoran La Costa, Queensland, Australia. Ia dipecat setelah berulang kali menolak membuat pesanan pizza nanas karena dinilai bertentangan dengan keaslian kuliner Italia, meskipun pihak restoran menyatakan penolakan tersebut bukan satu-satunya faktor pemecatan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *