Sport

Dua Pesepakbola Dunia yang Punya Trah Diktator Terkenal

Dua Pesepakbola Dunia yang Punya Trah Diktator Terkenal

Kylian Mbappe sempat menuai kontroversi di China setelah melontarkan pernyataan yang dinilai mengolok-olok Mao Zedong. Di luar kasus tersebut, terdapat dua pesepakbola profesional yang benar-benar memiliki hubungan darah langsung dengan tokoh-tokoh diktator terkenal di dunia.

Al-Saadi Gaddafi

Al-Saadi Gaddafi merupakan anak kandung dari Muammar Gaddafi, pemimpin otoriter yang memimpin Libya selama 42 tahun. Al-Saadi aktif berkarier sebagai pemain sepakbola antara tahun 1997 dan 2007.

Perjalanan karier sepakbola Al-Saadi sangat dipengaruhi oleh posisi sang ayah di Libya. Meskipun kemampuan mengolah bolanya dinilai tidak terlalu istimewa, dia mampu menembus skuad tim nasional serta menduduki kursi pimpinan Federasi Sepakbola Libya.

Seperti dilaporkan Sport – Detikcom, Al-Saadi melakukan pengaturan skor dengan cara menyuap atau memaksa pengadil lapangan agar timnya, Al-Ahly Tripoli, meraih kemenangan. Relasi erat antara ayahnya dan Perdana Menteri Italia kala itu, Silvio Berlusconi, membuka jalan bagi Al-Saadi untuk merumput di Italia pada 2003.

Klub Perugia bersedia merekrut Al-Saadi karena melihat potensi bisnis serta keuntungan publisitas. Selama di Perugia, Al-Saadi hanya turun sekali sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Juventus pada 2004.

Karier Al-Saadi di Italia kemudian tersendat setelah ia gagal dalam pemeriksaan doping akibat ditemukan kandungan zat terlarang nandrolona di dalam tubuhnya. Ia lantas hengkang ke Udinese pada 2005 dan kembali hanya mencatatkan satu penampilan sebagai pemain pengganti.

Pada 2007, Al-Saadi pindah ke Sampdoria namun tidak pernah mencatatkan penampilan dalam pertandingan kompetitif. Klub berjuluk Il Samp tersebut menjadi pelabuhan terakhir dalam karier sepakbolanya.

Romano Floriani Mussolini

Pesepakbola kedua adalah Romano Floriani Mussolini yang merupakan cicit dari Benito Mussolini, diktator fasis Italia yang berkuasa dari awal abad ke-20 hingga masa Perang Dunia II. Garis keturunan Mussolini tersebut ia dapatkan melalui sang ibu, Alessandra Mussolini, yang merupakan cucu dari sang diktator.

Berbeda dengan Al-Saadi, Romano tidak memanfaatkan pengaruh besar keluarganya untuk meniti karier di dunia sepakbola. Ia merangkak dari bawah dan menempa ilmu di akademi klub Lazio.

Romano mencatatkan debut profesional bersama Lazio pada 2022 sebelum menjalani masa peminjaman ke sejumlah klub Serie B. Pemain berusia 23 tahun ini sempat dipinjamkan ke Pescara pada 2023, Juve Stabia pada 2024, serta Cremonese pada 2025.

Pada 2026, Romano mendapatkan kepercayaan untuk masuk ke dalam skuad utama Lazio. Ia selalu dipercaya tampil sebagai pemain inti sejak kompetisi Liga Italia musim 2026/2027 dimulai dan sukses mencetak gol perdana di Serie A ketika Le Aquile membantai Sassuolo dengan skor 6-2 pada akhir pekan lalu.

“Saya hanya mau dinilai karena performa saya di Lazio dan bukan karena nama belakang saya adalah Mussolini,” ujar Romano saat menandatangani kontrak bersama Lazio.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *