Internasional

Ancam Kabel Bawah Laut, Ulah Iran Bisa Lumpuhkan Internet

Ancam Kabel Bawah Laut, Ulah Iran Bisa Lumpuhkan Internet
Daftar Isi
  1. Ancaman Langsung Terhadap Jaringan Komunikasi
  2. Tekanan Bagi Raksasa Teknologi AS
  3. Dampak Potensial Bagi Lalu Lintas Data Global

Ketegangan yang kian memanas di Timur Tengah kini membawa ancaman serius bagi fondasi internet global. Teheran dilaporkan telah menyusun rencana matang untuk menargetkan jaringan kabel komunikasi bawah laut di kawasan Teluk apabila Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran.

Ancaman Langsung Terhadap Jaringan Komunikasi

Dua pejabat senior keamanan Iran mengonfirmasi kepada Reuters bahwa infrastruktur vital tersebut menjadi sasaran empuk dalam skenario perang terbuka, khususnya jika jalur diplomasi dengan Washington menemui jalan buntu. Teheran bahkan berencana menghalangi seluruh proses perbaikan pascaserangan demi memperpanjang pemadaman koneksi internet dan lumpuhnya jaringan komunikasi di kawasan tersebut.

Salah satu pejabat senior Iran menegaskan bahwa jika negaranya diserang, tidak ada lagi garis merah yang tersisa, mulai dari kabel bawah laut hingga pangkalan militer termasuk pangkalan rahasia, seperti dikutip dari Reuters pada Senin (26/10/2026). Pihaknya juga memperingatkan Washington untuk tidak bermain api karena Iran mengklaim memiliki akses penuh serta mampu menghancurkan kabel-kabel tersebut dengan mudah.

Ancaman ini dipertegas oleh Wakil Kepala Bidang Politik Garda Revolusi Iran (IRGC), Yadollah Javani. Ia menyatakan sedikitnya tujuh kabel internet utama yang membentang di bawah Selat Hormuz berada dalam bidikan utama jika infrastruktur Iran diserang musuh.

Tekanan Bagi Raksasa Teknologi AS

Langkah ekstrem Iran ini dinilai sebagai strategi gertakan untuk menekan Gedung Putih melalui negara-negara sekutunya di Teluk. Kawasan Teluk seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi tengah gencar berinvestasi besar-besaran di bidang teknologi dan kecerdasan buatan demi mengurangi ketergantungan pada minyak.

Analis dari Middle East Institute, Alex Vatanka, menilai ancaman ini sengaja dirancang untuk memicu ketakutan bagi para investor dan raksasa teknologi AS yang beroperasi di Timur Tengah. Teheran ingin negara-negara Teluk dan para eksekutif korporasi menekan Presiden AS Donald Trump terkait risiko besar yang ditimbulkan kebijakannya terhadap rencana investasi mereka, jelas Vatanka.

Permusuhan Iran terhadap raksasa teknologi AS bukan sekadar gertakan karena pada Maret lalu serangan Iran telah menghantam dua fasilitas Amazon Web Services di UEA serta merusak infrastruktur di dekat fasilitasnya di Bahrain. IRGC bahkan secara terbuka melabeli raksasa teknologi dunia seperti Microsoft, Google, Apple, hingga Nvidia sebagai target militer yang sah.

Dampak Potensial Bagi Lalu Lintas Data Global

Secara global, sekitar 99 persen lalu lintas data internet ditopang oleh kabel bawah laut, sehingga sabotase massal akan memicu kecemasan berupa bandwidth yang melambat, lumpuhnya transaksi keuangan, gangguan perdagangan elektronik, hingga terhentinya layanan komputasi awan. Kendati demikian, Direktur Riset TeleGeography Alan Mauldin menilai dampak destruktif dari Selat Hormuz kemungkinan masih terisolasi secara regional karena kapasitas data yang melintas di sana mencakup kurang dari 1 persen dari total bandwidth internasional.

Ancaman yang jauh lebih mengerikan justru berada di kawasan Laut Merah sebagai rute vital yang menghubungkan lalu lintas data Eropa, Afrika Timur, dan Asia yang menampung sekitar 3 persen permintaan data global dan 10 persen lalu lintas antarwilayah. Jika Iran memanfaatkan sekutunya, kelompok Houthi di Yaman, untuk mengacak-acak rute ini, maka krisis komunikasi global skala masif tak lagi terhindarkan.

Para ahli menyimpulkan bahwa memulihkan koneksi di tengah situasi perang akan sangat sulit akibat lonjakan biaya asuransi serta rumitnya izin masuk ke perairan teritorial yang membuat proses perbaikan memakan waktu sangat lama.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *