Internasional

Thailand Susul 33 Negara Siaga Darurat, Siapkan Tas 72 Jam

Thailand Susul 33 Negara Siaga Darurat, Siapkan Tas 72 Jam

Pemerintah Thailand mengikuti langkah 33 negara dunia dengan mendesak warga agar siaga menghadapi keadaan darurat seperti perang, cuaca ekstrem, serta ancaman keamanan siber yang dapat terjadi kapan saja.

Imbauan Tas Darurat dan Periode Kritis

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM) Thailand telah mengimbau setiap rumah tangga untuk menyiapkan tas darurat yang berisi kebutuhan pokok untuk jangka waktu 72 jam sejak Senin.

Direktur Jenderal DDPM, Nirat Pongsitthaworn, menyatakan bahwa imbauan tersebut merupakan bagian dari kampanye jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana dan mendorong kesiapsiagaan tanpa menimbulkan kepanikan.

Nirat menjelaskan, sejumlah negara menyarankan penduduknya menyimpan persediaan makanan dan obat-obatan untuk tiga hari akibat konflik di Timur Tengah. Meskipun Thailand tidak termasuk negara yang secara khusus disarankan bersiap menghadapi situasi tersebut, ia menegaskan tas darurat tetap menjadi langkah pencegahan dasar.

DDPM menyebutkan jangka waktu 72 jam adalah tolok ukur internasional untuk kesiapsiagaan darurat karena tiga hari pertama setelah bencana merupakan periode kritis. Pada masa itu, setiap rumah tangga mungkin perlu memenuhi kebutuhan sendiri sementara lembaga pemerintah mengorganisir dan mendistribusikan bantuan.

Ketersediaan air, makanan, dan perlengkapan yang memadai dinilai dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar sembari menunggu bantuan tiba. Tas darurat tersebut berguna saat terjadi banjir bandang, aliran air tiba-tiba dari dataran yang lebih tinggi, tanah longsor, gempa bumi, wabah penyakit, kebakaran, kerusuhan, sabotase, dan situasi darurat lainnya.

Rincian Kategori Perbekalan Darurat

DDPM merekomendasikan enam kategori perbekalan untuk disiapkan dalam tas darurat, yaitu:

  • Obat-obatan dan perbekalan kesehatan: kotak P3K, obat-obatan dasar rumah tangga, obat-obatan pribadi, dan rekam medis.
  • Makanan dan air minum: tiga liter air minum per orang per hari, makanan siap saji, dan snack energi, dengan penyesuaian bagi rumah tangga yang memiliki anak kecil, lansia, atau orang sakit.
  • Peralatan dan alat komunikasi: handphone, power bank, senter, baterai cadangan, radio untuk menerima berita jika internet terganggu, peluit, lilin, korek api, buku catatan, pena, pisau saku, gunting, tali, dan selotip.
  • Dokumen dan uang tunai: dokumen penting dan salinannya dalam kantong tahan air meliputi kartu identitas, dokumen pendaftaran rumah, kartu asuransi kesehatan, SIM, buku tabungan, akta kepemilikan tanah, kunci cadangan, serta uang tunai.
  • Perlengkapan kebersihan pribadi: tisu, sikat gigi, pasta gigi, perlengkapan mandi, dan kantong sampah.
  • Pakaian dan perlengkapan tidur: pakaian cadangan, jas hujan, topi, selimut, atau kantong tidur secukupnya untuk periode darurat awal.

Nirat menyampaikan bahwa tas darurat harus siap dibawa saat melakukan evakuasi. Setiap rumah tangga harus memiliki tas tersebut agar dapat segera membawanya saat mengevakuasi daerah berisiko apabila terjadi bencana alam, perang siber, atau konflik internasional.

Nirat merekomendasikan pemilihan tas yang ringan serta tahan air dan menyimpannya di tempat yang mudah dijangkau. Warga juga diminta secara teratur memeriksa fungsi peralatan serta tanggal kedaluwarsa persediaan.

DDPM menyatakan persiapan yang lebih luas mencakup peralatan tanggap bencana, personel tanggap krisis, peringatan dini melalui sistem Siaran Seluler dan saluran lainnya, serta penyiapan tanggap darurat yang disesuaikan dengan situasi berbeda. DDPM siap mengoordinasikan rencana darurat dengan lembaga pemerintah lain untuk mendukung keselamatan masyarakat dan memberikan bantuan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *